pesona-kuliner

Mitos atau Tradisi? Ini Makna Makan 12 Anggur di Bawah Meja saat Tahun Baru

Rabu, 31 Desember 2025 | 19:21 WIB
Tradisi dan mitos makan anggur saat malam tahun baru - WartaPesona.com (Ngopibareng.id)

Aturan Tradisi Makan 12 Anggur

Menurut tradisi yang berkembang, ritual makan 12 anggur dilakukan tepat saat detik-detik pergantian tahun, biasanya mengikuti dentang jam tengah malam.

Setiap dentang jam diiringi dengan memakan satu butir anggur, sehingga total 12 anggur harus dihabiskan dalam waktu sekitar satu menit.

Jika seseorang berhasil menghabiskan seluruh anggur tepat waktu, dipercaya bahwa keberuntungan, kesuksesan, cinta yang harmonis, dan energi positif akan menyertai sepanjang tahun baru.

Sebaliknya, jika gagal menghabiskan semua anggur, mitosnya menyebutkan bahwa perjalanan tahun tersebut tidak akan berjalan seberuntung harapan yang diinginkan.

Baca Juga: 8 Destinasi Wisata Bawah Laut Indonesia yang Diakui sebagai Spot Diving Terbaik Dunia

Tetap Utamakan Keselamatan

Meski terdengar seru dan penuh makna simbolis, sejumlah pihak mengingatkan agar ritual ini dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Mengonsumsi 12 anggur dalam waktu singkat berisiko menyebabkan tersedak, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Banyak orang kemudian memodifikasi ritual ini dengan mengabaikan aturan satu menit dan lebih menekankan pada makna doa dan refleksi diri saat memakan setiap buah anggur.

Intinya, ritual ini dianggap sebagai sarana untuk menanamkan niat dan harapan positif, bukan ajang pembuktian semata.

Asal-usul Tradisi dari Spanyol

Menurut laporan NPR, tradisi makan 12 anggur ini berasal dari Spanyol dan sudah dikenal sejak akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1880-an di Madrid.

Pada masa itu, masyarakat Spanyol memiliki kebiasaan menyantap anggur dan minum sampanye pada malam tahun baru sebagai simbol kemewahan dan perayaan.

Tradisi ini juga dipengaruhi oleh melimpahnya hasil panen anggur, sehingga para petani dan pedagang mempromosikan konsumsi anggur sebagai bagian dari perayaan akhir tahun.

Seiring waktu, kebiasaan tersebut berkembang menjadi ritual simbolis yang dikenal dengan sebutan “Las doce uvas de la suerte” atau 12 anggur keberuntungan.

Baca Juga: Kolaborasi Komunitas Jadi Kunci Sukses Pengembangan Desa Wisata di Indonesia

Menyebar ke Berbagai Negara

Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negara, khususnya di Amerika Latin, seperti Meksiko, Peru, Venezuela, dan Kolombia.

Halaman:

Tags

Terkini