WartaPesona.com – Suasana Natas Parapuar, Labuan Bajo, terasa begitu istimewa pada Sabtu sore. Bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day) 2025, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar Weekend at Parapuar, sebuah agenda mingguan yang selalu dinanti wisatawan maupun masyarakat setempat.
Acara dibuka secara khidmat melalui Ritual Adat Podo Leso (Mengantar Matahari) oleh Sanggar Wela Rana Komodo.
Prosesi sakral ini mencerminkan kekuatan kearifan lokal Manggarai yang mampu mempersatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan.
Usai ritual, panggung semakin hidup dengan penampilan Animal Pop Komodo serta kolaborasi kreatif dari Sanggar TaTe KinD Art bersama SMKN 3 Komodo, menghadirkan energi segar dari generasi muda Labuan Bajo.
Felix Edon, pendiri Sanggar Wela Rana Komodo, menuturkan kebanggaannya bisa berkontribusi bagi pariwisata Flores. “Harapannya Parapuar menjadi simpul budaya Flores. Walau tanpa jadwal, kami hadir untuk mendukung pariwisata,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Yuni, Ketua Sanggar TaTe KinD Art sekaligus guru seni tari SMKN 3 Komodo. Ia menekankan pentingnya ruang berekspresi bagi anak muda.
“Dulu saya merasakan kekurangan panggung. Karena itu, saya ingin anak-anak sekarang memiliki banyak kesempatan untuk tampil,” jelasnya penuh semangat.
Tidak hanya seniman, acara ini juga terbuka bagi publik. Spontanitas penonton dan panitia yang naik ke panggung menambah warna tersendiri.
Baca Juga: Laboan Bajo Dimana, Ini Jalur Menuju Destinasi Sepetak Surga dan Oleh-oleh Khas yang Harus Diburu
Suasana makin meriah dengan hadirnya sekitar 145 penonton serta deretan stand UMKM lokal yang menyajikan kuliner khas untuk memanjakan lidah para pengunjung.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, menegaskan bahwa peringatan Hari Pariwisata Sedunia menjadi momentum penting memperkuat peran Parapuar.