pesona-kuliner

BPOLBF Dorong Kolaborasi Industri Pariwisata Lewat Paket Bundling Low Season

Selasa, 9 September 2025 | 23:16 WIB
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Manggarai Barat, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Manggarai Barat (ist)

 

WartaPesona.com - Untuk menjaga pergerakan wisatawan dan okupansi hotel pada periode low season (November–Maret), Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menginisiasi Rapat Rencana Peluang Penyusunan Paket Bundling Low Season bersama perwakilan industri pariwisata di Labuan Bajo pada Selasa (09/09/2025) pagi bertempat di Ruang Rooftop Lantai 4, Kantor BPOLBF.

Langkah ini bukan hanya sekadar menghadirkan produk wisata dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga mengintegrasikan berbagai elemen pariwisata, mulai dari akomodasi, transportasi, atraksi, kuliner, hingga budaya.

Paket bundling diharapkan mampu memperkuat kolaborasi pelaku industri sekaligus menegaskan kembali daya tarik Labuan Bajo sebagai destinasi leisure(santai) dan cultural experience (pengalaman budaya).

Urgensi strategi ini terlihat dari data tahun 2024–2025 yang mencatat penurunan kunjungan wisatawan sebesar 6,97% pada Februari tahun ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi low season yang berimbas pada tingkat keterisian hotel, aktivitas UMKM, transportasi, hingga penyedia jasa wisata ini mendorong adanya terobosan yang mampu menjaga roda ekonomi lokal tetap berputar.

Baca Juga: Kisah Yoshiaki Shiraishi, Chef Jepang di Balik Tren Conveyor Belt Sushi yang Mendunia

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono (kacamata) - ist

Melalui paket bundling, sejumlah nilai tambah ditawarkan, antara lain:

1) Harga hemat dengan potongan 20–50% dibandingkan peak season.
2) Fleksibilitas bundling, memungkinkan wisatawan menambah opsi wellness, adventure, atau budaya.
3) Pengalaman lengkap yang menggabungkan akomodasi, atraksi, kuliner, dan budaya, sesuai minat berbagai segmen wisatawan, mulai dari pasangan, keluarga, komunitas adventure, hingga solo traveler.

Dalam sesi diskusi, para pelaku industri menyampaikan beberapa masukan penting. HPI menekankan faktor alam berupa gelombang tinggi Desember–Februari yang sering membatasi aktivitas pelayaran, sehingga mendorong wisatawan beralih ke one day tour .

Baca Juga: Salah Satunya Kopi, Studi Ungkap Secangkir Minuman Berkafein di Pagi Hari Bisa Membuat Perasaan Lebih Bahagia

Lion Group menyoroti ketersediaan BBM serta pola pasar yang perlu diantisipasi. ASITA menggarisbawahi pentingnya special price dan keseimbangan tarif antar musim. Sementara perwakilan hotel dan resort, seperti Plataran dan Jayakarta, meminta dukungan BPOLBF dalam penyusunan harga dan desain paket.

Beberapa pihak juga menekankan perlunya kalender event sejak awal tahun agar Labuan Bajo tidak hanya ramai pada April–Oktober, tetapi juga tetap hidup di masa low season.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono menyampaikan bahwa inisiatif bundling ini menjadi respons nyata terhadap tantangan bersama.

Halaman:

Tags

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB