Kebijakan ini telah memberikan dampak positif, dengan lebih dari 2.900 wisatawan tercatat datang ke Kepri hingga November 2024.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga mengusulkan perluasan kebijakan bebas visa untuk lebih banyak kategori warga Singapura, seperti pemegang Employment Pass, Dependent Pass, hingga Student Pass.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang turut mendampingi Wamenpar dalam penyambutan ini, mengapresiasi dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata.
Ia juga mencatat peningkatan kunjungan wisatawan pascapandemi, dengan jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 1,3 juta hingga Oktober 2024.
"Sektor pariwisata Kepri sudah mulai menunjukkan angka positif, dan dengan kebijakan-kebijakan baru serta event-event internasional yang kami dorong, kami yakin sektor ini akan terus berkembang," ujar Ansar.
Pemprov Kepri berencana menggiatkan berbagai kegiatan internasional seperti triathlon, marathon, dan Tour de Bintan, serta memperkenalkan olahraga air seperti kite surfing dan wind surfing untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan. Langkah-langkah ini diharapkan bisa mengangkat pariwisata Kepri lebih tinggi di kancah internasional.
Pada penyambutan wisman pertama, wisatawan asal Amerika Serikat, Fritz Jaeger, yang telah lama tinggal di Singapura, menyatakan kekagumannya atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diterimanya.
Ia merasa bangga bisa kembali ke Indonesia dan mengunjungi Bintan bersama keluarganya.
"Saya sudah lama tinggal di Singapura, dan memilih Bali untuk pernikahan saya. Kini, saya senang bisa kembali menikmati keindahan Indonesia, khususnya di Bintan," kata Fritz, yang sangat terkesan dengan pesona alam dan budaya Indonesia.
Dengan berbagai kebijakan yang mendukung kemudahan akses dan peningkatan fasilitas, Wamenpar Ni Luh Puspa dan seluruh jajaran Kementerian Pariwisata optimis bahwa target kunjungan wisatawan mancanegara 2025 akan tercapai, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata utama di dunia.***