Kampung ini terkenal dengan kebun stroberi yang luas, di mana pengunjung bisa memetik stroberi langsung dari pohonnya. Kampung ini juga memiliki banyak spot foto yang menarik.
Daya tarik: Kebun stroberi, pemandangan alam yang asri.
Aktivitas: Memetik stroberi, piknik keluarga.
Baca Juga: Bali Menuju Wisata Merata dan Berkelanjutan
8. Kampung Wisata Wae Rebo, Flores
Wae Rebo adalah kampung adat terpencil yang terletak di pegunungan Flores. Kampung ini hanya bisa dicapai dengan trekking beberapa jam, namun keindahan alam dan budayanya sangat sepadan.
Daya tarik: Rumah adat berbentuk kerucut (Mbaru Niang), pemandangan pegunungan.
Aktivitas: Wisata budaya, trekking, fotografi alam.
9. Kampung Wisata Tenganan Pegringsingan, Bali
Kampung ini merupakan salah satu desa Bali Aga yang masih mempertahankan tradisi asli Bali sebelum masuknya pengaruh Hindu Majapahit. Kampung ini juga terkenal dengan kain gringsing, kain tenun ikat ganda yang langka.
Daya tarik: Tradisi Bali kuno, kain gringsing.
Aktivitas: Wisata budaya, membeli kain tenun, menyaksikan upacara adat.
Baca Juga: Desa Besakih: Proyek Percontohan Wisata Bersih Berbasis Kolaborasi dan Edukasi
10. Kampung Wisata Baduy, Banten
Kampung Baduy adalah tempat tinggal Suku Baduy yang masih mempertahankan gaya hidup tradisional tanpa teknologi modern. Pengunjung dapat belajar banyak tentang kehidupan sederhana dan harmonis dengan alam.
Daya tarik: Kehidupan suku asli Baduy, keindahan alam pedesaan.
Aktivitas: Wisata budaya, trekking, menginap di rumah warga.
Setiap kampung wisata di atas menawarkan pengalaman unik yang berbeda-beda, mulai dari keindahan alam, budaya tradisional, hingga atraksi modern.
Menjelajahi kampung-kampung ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisata, tetapi juga membantu melestarikan budaya lokal dan mendukung ekonomi masyarakat setempat. ***(SA)