"Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada ekonomi kreatif. Kami ingin pemerintah daerah ikut ambil bagian dalam memaksimalkan potensi lokal," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai target ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth).
Baca Juga: Diplomasi Olahraga Indonesia-Asia Tengah: Membangun Jembatan Melalui Pencak Silat dan Bulutangkis
Kemenparekraf menargetkan peningkatan rasio kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional hingga 8,37% pada 2028, nilai ekspor mencapai $29,88 juta, serta investasi Rp183,72 triliun.
"Kami membutuhkan dukungan daerah. Aceh memiliki potensi ekonomi kreatif besar, mulai dari musik, fesyen, hingga content creation. Potensi ini bisa menjadi terobosan besar dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Baca Juga: Pahlawan Mental Juara: Kemenpora Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Mental
Kunjungan Perdana dan Sambutan di Aceh Besar
Kunjungan MenEkraf ke Aceh Besar ini disambut dengan prosesi Peusijuek, simbol harapan agar kunjungan dan program yang direncanakan berjalan lancar.
Dalam kunjungan ini, Menteri Riefky didampingi oleh Direktur SDM Ekonomi Kreatif Fahmi Akmal dan Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi, dan Radio Iman Santosa. Hadir pula Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto.
Acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih mendukung ekonomi kreatif dan fesyen berkelanjutan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. ***(HA)