pesona-kuliner

Indonesia Menuju Destinasi Wisata Halal Terdepan: ISEF 2024 Perkuat Ekonomi Syariah Nasional

Senin, 4 November 2024 | 10:00 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan pidato di acara pembukaan ISEF 2024, Jakarta Convention Center, sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia. (Kemenparekraf)

WartaPesona.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 menjadi momen strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim di dunia.

Hal ini diutarakannya saat membuka "The 6th International Halal Tourism Summit," salah satu agenda dalam ISEF 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center, Rabu (30/10/2024).

Baca Juga: Tips Memelihara Kucing: Menjaga Sahabat Berbulu Tetap Sehat dan Bahagia

Menpar Widiyanti menyatakan bahwa ISEF 2024 membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri halal dan memperkuat branding negara sebagai tujuan utama wisatawan Muslim.

Tahun ini, Indonesia meraih penghargaan "Destinasi Ramah Muslim Terbaik 2024" dari Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index, mempertahankan posisi puncak yang sudah diraih pada 2023.

Baca Juga: El Clasico, Rivalitas Abadi Barcelona vs Real Madrid Pertarungan Dua Raksasa Sepak Bola Spanyol

Dengan peringkat teratas di Global Muslim Travel Index (GMTI) 2023 dan lebih dari 200 miliar dolar AS di sektor pariwisata halal, Menpar optimis Indonesia dapat terus mengembangkan potensi ini.

Namun, tantangan besar masih menanti, seperti persaingan dengan produsen halal internasional. Kemenparekraf berkomitmen meningkatkan sinergi antar pelaku industri, memperluas ekspor produk halal, dan menarik investasi.

Baca Juga: Menakjubkan! Wisata Gunung Krakatau, Keajaiban Alam yang Penuh Sejarah dan Petualangan

"Saya optimis pariwisata halal Indonesia mampu berkontribusi besar bagi ekonomi global. Bersama, kita bisa menjadikan Indonesia sebagai 'paradise on earth' bagi wisatawan Muslim," kata Menpar Widiyanti.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, mengingatkan bahwa meski Indonesia berada di posisi teratas, sektor pariwisata ramah Muslim perlu terus berinovasi di berbagai aspek, dari atraksi hingga kolaborasi.

Baca Juga: Sejarah AC Milan dan Inter Milan, Rivalitas Abadi dari Kota Mode

"Yang terpenting bukan sekadar meraih posisi pertama, tapi bagaimana kita terus meningkatkan kualitas sesuai standar Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kemenparekraf juga meluncurkan Pedoman Layanan Dasar Pariwisata Ramah Muslim untuk memperkuat infrastruktur dan layanan yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim.

Halaman:

Tags

Terkini