WartaPesona.com - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa memuji langkah Ida Bagus Agung Gunartha, pendiri Samsara Living Museum, yang memperkenalkan konsep wisata regeneratif berbasis budaya di Bali.
Museum ini di Desa Jungutan, Karangasem, Bali, menjadi prototipe pariwisata berkelanjutan yang melibatkan pelestarian budaya lokal.
Baca Juga: Tips Memelihara Kucing: Menjaga Sahabat Berbulu Tetap Sehat dan Bahagia
Di Samsara Living Museum, pengunjung dapat memahami siklus kehidupan masyarakat Bali yang kental dengan nilai-nilai tradisional.
“Budaya lokal harus tetap hidup di tengah perkembangan modern. Konsep seperti ini perlu diperluas agar budaya Bali bisa terus berkembang,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa dalam pertemuan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Baca Juga: El Clasico, Rivalitas Abadi Barcelona vs Real Madrid Pertarungan Dua Raksasa Sepak Bola Spanyol
Menurut Ida Bagus Agung Gunartha, Karangasem membutuhkan pendekatan inovatif dalam mengembangkan potensi wisatanya.
"Otensitas budaya dan spiritualitas yang kuat di Karangasem menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Konsep wisata regeneratif ini membawa angin segar bagi pariwisata setempat dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti prosesi adat atau menganyam bambu, yang menarik minat wisatawan.
Baca Juga: Menakjubkan! Wisata Gunung Krakatau, Keajaiban Alam yang Penuh Sejarah dan Petualangan
Samsara Living Museum diharapkan menjadi bagian dari jejaring museum kehidupan yang lebih luas di Nusantara, merangkul tradisi dari Mentawai, Baduy, Dayak, hingga Sumba.
Deputi Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini menyatakan, “Kami siap mendukung pengembangan wisata regeneratif ini, termasuk kolaborasi untuk memperluas jangkauan museum kehidupan ke berbagai daerah di Indonesia.”
Baca Juga: Sejarah AC Milan dan Inter Milan, Rivalitas Abadi dari Kota Mode
Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, juga menyatakan dukungannya.