WartaPesona.com - Kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang dikeluarkan oleh Imigrasi mempermudah Permanent Residence (PR) Singapura untuk berkunjung ke Kepulauan Riau (Kepri), langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Indonesia hingga 14,3 juta di tahun 2024.
Baca Juga: Meningkatkan Kualitas Perwasitan: PSSI Gelar Pelatihan VAR di Depok
Dalam acara "The Weekly Brief With Sandi Uno", Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, memuji relaksasi kebijakan ini yang menunjukkan keberpihakan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Harapan Taekwondo Indonesia untuk lolos di Olimpiade 2028, Menpora Dito Optimis
"Singapura adalah tetangga terdekat, dan akses yang mudah adalah kunci utama,” ujarnya.
Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2024 yang memberikan bebas visa kunjungan kepada warga negara tertentu, termasuk pemegang Izin Tinggal Tertentu (PR) dari Singapura.
Baca Juga: Indonesia Open Military Drum Corps: Parade Irama Militer di Silang Monas
Mereka dapat mengunjungi Batam, Bintan, dan Karimun dengan izin tinggal tanpa visa maksimal empat hari, tanpa perpanjangan.
Beberapa pelabuhan di Kepri seperti Nongsa Terminal Bahari, Batam Centre, dan Sri Bintan Pura telah dipersiapkan sebagai pintu masuk utama wisman.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tampil Dominan, Meski Kalah Tipis dari China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Anggit Suhandono, dari Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian, menambahkan bahwa pemegang PR Singapura tidak memerlukan pengecekan lebih lanjut karena sudah terakreditasi oleh pemerintah Singapura.
Namun, kebijakan ini hanya berlaku di Kepri. Wisatawan yang ingin bepergian lebih jauh ke wilayah Indonesia lainnya harus kembali ke Singapura terlebih dahulu untuk mendapatkan visa kunjungan sesuai paspor kebangsaannya.
Baca Juga: Waterbomb Jakarta 2024: Festival Musik Korea dengan Sensasi Tembak Air dan Hiburan Nonstop
Anggit juga menegaskan bahwa sistem perlintasan telah dilengkapi teknologi mutakhir untuk memantau pergerakan wisatawan. ***(HA)