Oleh karena itu, Menparekraf menekankan pentingnya implementasi Perpres 19/2024 untuk memperkuat ekosistem gim lokal, menargetkan 70 persen penguasaan pasar domestik, serta meningkatkan pemanfaatan gim lokal oleh kementerian, lembaga, pemda, BUMN, BUMD, dan institusi pendidikan.
Baca Juga: Mees Hilgers Siap Bela Garuda: Antusias Menatap Laga vs Bahrain dan Target Piala Dunia 2026
Sebagai langkah nyata, pemerintah telah mengkurasi delapan gim lokal, termasuk Paw Rumble, Loka Pala, dan Selera Nusantara, untuk didorong dalam kegiatan HARGAI (Hari Gim Indonesia) dan Bangga Main Gim Lokal.
Selama Agustus 2024, berbagai promosi untuk gim lokal ini juga telah dilakukan melalui kanal online dan offline.
“Kami menghargai Rencana Aksi Daerah dengan empat indikator penerapan di 11 provinsi dan tujuh kabupaten/kota prioritas. Ini menjadi acuan dalam mendukung pengembangan gim nasional dan memperkuat daya saing ekosistem gim lokal,” tambah Menparekraf Sandiaga.
Baca Juga: Mulai 1 Januari 2025 Rumah Tangga di DKI Jakarta akan dikenai retribusi sampah, besarannya segini
Rencana aksi tersebut berpedoman pada UU Nomor 23 Tahun 2014 dan Kepmendagri Nomor 900.1.15.5-1317 Tahun 2023, yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan industri gim di wilayah mereka.
Hadir mendampingi Menparekraf dalam rapat tersebut antara lain Deputi Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Muhammad Neil El Himam; Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf/Baparekraf, Iman Santosa; serta Staf Khusus Menparekraf Bidang Produktivitas, Nilai Tambah Kekayaan Intelektual, dan Daya Saing Joshua Simanjuntak. ***(HA)