WartaPesona.com - Buah Pala umumnya dikenal dalam bentuknya sebagai manisan. Sulit membayangkan jika buah ini dahulu menjadi alasan bangsa asing menjajah Nusantara.
Kekayaan rempah-rempah dan buah pala, dalam sejarah Nusantara menjadi motif bangsa asing menjajah tanah Indonesia.
Karena buah pala dan rempah-rempah itu pula bangsa-bangsa asing saling berebut menguasai Nusantara.
Sulit sekiranya bagi generasi sekarang, untuk membayangkan buah pala yang umumnya dikenal sebagai manisan itu menjadi rebutan bangsa asing.
Buah pala yang berbentuk bulat oval terhitung mungil ini kaya manfaat kesehatan. Dan, banyak mengandung senyawa bersifat insektisida atau antiserangga, fungisida atau antijamur, serta antibakteri.
Berbagai khasiat luar biasa yang terkandung dalam buah pala ini sepertinya yang membuat bangsa asing seperti Portugis, Belanda, Inggris, hingga Jepang, menjajah Nusantara.
Baca Juga: Rizki Juniansyah, lifter pertama Indonesia yang meraih emas di Olimpiade
Buah Pala pada awalnya berasal dari Kepulauan Banda di Maluku. Karena itu, bangsa asing seperti Portugis mula pertama datang ke Nusantara menuju Kepulauan Banda di Maluku.
Di sanalah hutan pala berada di perbukitan tinggi, dengan jumlah yang sangat besar. Bangsa asing saling berebut memonopoli perdagangannya, untuk dijual ke berbagai negara di dunia.
Untuk apa saja buah pala yang tak bisa dikonsumsi secara langsung itu dibawa ke Eropa dan laku keras di pasar dunia?
Baca Juga: Impor beras Indonesia hingga Desember 2024 berpotensi capai 5,17 juta ton, terbesar di dunia
Umumnya, buah pala yang kaya manfaat kesehatan memang diperuntukkan bagi pengobatan. Selain itu juga untuk wewangian, serta bahan makanan atau minuman yang menghangatkan.
Pada abad ke-10 Masehi, harga setengah kilogram buah pala di Italia disebutkan setara dengan harga setengah kilogram emas!