WartaPesona.com- Saat berlibur ke Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT), wisatawan akan merasakan sensasi baru yang unik dan menarik, terlebih bagi wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi tempat ini.
Beberapa pengalaman unik itu iyalah saat memilih jasa transportasi kapal kayu, tidak jarang di setiap harinya kapal kayu di pelabuhan tersebut berlalu lalang.
Ketika musim sepi, kapal-kapal kayu ini hanya membawa penumpang sekitar 50 sampai dengan 70 penumpang saja, tapi jika di saat ramai kapal kayu di pelabuhan ini mengangkut penumpang bahkan sampai 130 orang, bahkan lebih.
Baca Juga: Sederet Destinasi untuk Island Hopping di Indonesia, Ada Bali-Lombok, hingga Labuan Bajo
Perjalanan yang dimulai dari Pelabuhan Larantuka yang letaknya di Kabupaten Flores Timur ke Pelabuhan Lewoleba, tepatnya di Lembata.
Memerlukan waktu hampir 3 jam, tarifnya untuk setiap penumpang berkisar di harga Rp 60.000.
Jika dibandingkan dengan kapal cepat dengan jasa layanan rute Larantuka-Lewoleba, dengan harga tarifnya sebesar Rp 120.000 per orang, tentu kapal kayu jauh lebih murah harga tarifnya.
Baca Juga: Jelang Wamil: Pesan Manis dari Jungkook BTS untuk ARMY di Balik Perpisahan Sementara
Kapal Kayu diminati oleh turis asing
Kendati begitu, kapal kayu banyak diminati turis-turis asing yang melakukan liburan ke Lembata, para turis asing biasanya lebih banyak memilih moda transportasi kapal kayu ketimbang kapal cepat jasa layanan rute Larantuka-Lewoleba.
Riana, salah satu penumpang berusia 29 tahun, pada 20/11/2023 di Pelabuhan Lewoleba.
Ketika dimintai keterangan oleh beberapa media, dirinya mengatakan bahwa memang tersedia kapal cepat dengan jasa layanan rute Larantuka-Lewoleba, tapi ia lebih memilih menggunakan jasa transportasi kapal kayu, turis-turis asing pun banyak yang menggunakan jasa layanan kapal kayu ini.
Baca Juga: Zodiak Scorpio hari Jumat 24 November 2023, hati-hati ada orang ketiga ikut campur
Dirinya mengatakan, pengunjung wisatawan lebih menikmati perjalanan menggunakan kapal kayu, karena dengan menggunakan jasa layanan kapal kayu para penumpang dapat melihat keindahan laut lebih dekat dan merasakan kenikmatan indahnya pemandangan alam secara eksotik.
Yang membuat perjalanan lebih berkesan yakni ketika perjalanan ditempuh pada pagi atau sore hari. Para penumpang pengguna jasa kapal laut akan disuguhkan pesona indahnya matahari yang terbit atau terbenam.
Momen tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh para pengunjung wisatawan disini, terlebih kapal kayu ini jalannya lambat, dengan begitu para pelaku wisatawan dapat memotret, mengambil foto atau video keindahan alam sekitar.
Salah satu pengunjung wisatawan domestik, Nivan Gomes berusia 22 tahun, menceritakan bahwa dirinya baru kali pertama berkunjung ke Lembata.
Start dari Pelabuhan Larantuka, kemudian ia memilih untuk menggunakan jasa transportasi kapal kayu untuk sampai ke Pelabuhan Lewoleba yang memerlukan waktu tempuh hingga sekitar 3 jam.
Mulai dari sini, wisatawan domestik bernama Nivan tersebut dapat mengetahui nama-nama berbagai pulau disekitar lautan, salah satunya Pulau Solor dan Pulau Adonara.
Hal menarik lainnya yakni, para pengunjung wisatawan dapat berdialog langsung dengan kapten dan kru-kru kapal yang sangat ramah dalam melayani pemanduan perjalanan.
Nivan mengaku sangat takjub dengan pesona indahnya alam Lembata, setiap jengkalnya ia memotret keindahan alam sekitar untuk dijadikan kenangan usai pulang berwisata dari Lembata.
Menurutnya, naik kapal kayu sangat terkesan asik, ada sensasi tersendiri yang berbeda.
Dengan menaiki kapal kayu ia bukan hanya dapat melihat indahnya pemandangan sekitar, namun juga dapat bercerita dengan penumpang lainnya.***
Penulis : Feri Candra