Destinasi Wisata Baru di Jombang, Wisata Lintas Desa dari Bukit Pecaringan, Melewati Kebun Manggis

photo author
Feri Candra, Warta Pesona
- Kamis, 23 November 2023 | 12:48 WIB
Wisata Baru di Jombang, Trekking dari Bukit Pecaringan Lewati Kebun Manggis. (Foto:  Kabar Jombang)
Wisata Baru di Jombang, Trekking dari Bukit Pecaringan Lewati Kebun Manggis. (Foto: Kabar Jombang)



WartaPesona.com
- Beraktivitas menikmati indahnya pemandangan sambil menghirup udara segar pegunungan yang dibuka untuk umum atau wisatawan di desa jarak, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dengan nama Wisata Lintas Desa dari Bukit Pencaringan.

Dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), atau pemerintah desa, aktivitas wisata ini baru saja dibuka untuk umum pada Minggu, 19/11/2023 dengan menyediakan paket lengkap.

Pengunjung yang ikut serta dalam aktivitas ini bisa menikmati indahnya panorama alam, menyatu dengan segarnya udara dengan aroma pegunungan, hingga mencoba trekking ditepi kaki Gunung Anjasmoro.

Baca Juga: Sagitarius dan Keajaiban Move On: Satu Jam Menuju Keseimbangan Emosional


Trekking dari Bukit Pencaringan sejauh 2,6 kilometer

Wisata Lintas Desa yang menempuh jarak kurang lebih 2,6 kilometer yang dimulai dari Bukit Pencaringan.

Dengan keindahan alamnya yang dapat dinikmati oleh para pengunjung wisatawan ketika menjajaki Watu Lumbung (Batu Besar) dan jalan setapak.

Usai melewati Watu Lumbung, dilanjutkan dengan perjalanan menyusuri tepian sungai, melewati hutan sengon, hingga turun menuju sungai, sampai kembali ke lokasi Bukit Pencaringan.

Baca Juga: Intensitas Emosional Scorpio: Petualangan Move On yang Memakan Waktu Setahun

Sepanjang jalan, pengunjung wisatawan bisa juga menuruni lembah, menjelajahi perbukitan, hingga melewati kebun manggis, melintasi kebun durian, hingga melihat dari jarak dekat banyaknya aneka tanaman-tanaman perkebunan.

Tidak hanya trekking, pengunjung wisatawan pun bisa menikmati indahnya pemandangan alam diatas Bukit Pencaringan. Diatas bukit, tersedia juga lokasi area untuk camping atau berkemah.

Agus Darminto, selaku Kepala Desa (Kades) Jarak menerangkan bahwa, Wisata Lintas Desa Dari Bukit Pencaringan, mengusung tema kearifan lokal, mengajak para pengunjung wisatawan agar lebih dekat dengan alam, serta merasakan indahnya kehidupan di lingkungan pegunungan.

Baca Juga: Sandiaga Uno optimis kinerja pariwisata ekonomi kreatif di 2024 meningkat, alasannya begini

Dengan adanya aktivitas ini, pengunjung wisatawan dapat secara langsung bersentuhan dengan buah-buahan dan tanaman yang menjadi andalan di Desa Jarak ini. Seperti Durian, kopi, dan manggis.

Didalamnya, tentu dapat menikmati berbagai potensi yang tersedia di Desa Jarak. Baik itu perkebunan, peternakan, dan tanaman.
Agus pun mengimbuhkan, bahwa adanya kegiatan ini adalah upaya dari pemerintah guna meningkatkan daya ekonomi serta taraf hidup masyarakat.

Aktivitas ini diharapkan agar dapat menjadi stimulus bagi pergerakan ekonomi masyarakat di desa ini, khususnya pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar lebih berkembang, serta menambah keuletan dan gairah petani dalam meningkatkan produktivitas buah durian, kopi, dan manggis.

Agus pun berharap, agar destinasi wisata di desa ini bisa terus berkembang demi mendukung perekonomian masyarakat, bahkan sekaligus dapat menjadi ikon wisata alam khususnya Kabupaten Jombang, melalui pengelolaan pemerintah desa.

Desa Jarak, sebagai penghasil utama buah manggis di Kabupaten Jombang
Agus pun menambah uraiannya, bahwa Desa Jarak sudah dikenal sebagai desa yang penghasilan utamanya yaitu buah manggis, yang terletak di Wonosalam, Kabupaten Jombang. Potensinya bahkan hingga merambah di kelas pasar ekspor.

Pada setiap tahunnya, buah manggis dari seluruh kawasan perkebunan milik warga yang dipanen mencapai hingga 80 ton. Panen buah manggis tengah berlangsung sejak November, dalam beberapa tahun kebelakang ini, buah manggis yang dipanen memang sangat luar biasa, ucap Agus.

Kerja sama dengan Kampus Petra Christian University (PCU)

Agus kembali menerangkan, bahwa adanya aktivitas di desanya, yakni wisata alam dimulai dari kolaborasi Pemerintah Desa Jarak dengan salah satu perguruan tinggi di Surabaya yaitu, Petra Christian University (PCU).

Anik Juniwati, selaku Dosen Arsitektur PCU menyampaikan bahwa, ide paket wisata, yaitu wisata jelajah desa dari Bukit Pencaringan ketika itu digagas bersama Elvina Shanggrama Eijaya selaku rekan sejawatnya.

Demi terwujudnya gagasan tersebut, kedua Dosen itu ikut serta membantu pemberdayaan dan pengembangan Desa Jarak, salah satunya dengan cara berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Jarak, Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Wijaya Putra (UWP), yakni Erwan Aristyanto, serta mahasiswa PCU.

"Diciptakannya wisata di desa ini, adalah hasil dari hibah terhadap pengabdian kepada masyarakat yang dituangkan melalu skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Kami mendapatkan kurang lebib 69 juta rupiah", ucapnya (Anik).

Dirinya pun menjelaskan, bahwa dukungan untuk Desa Jarak, yakni guna mengembangkan destinasi wisata alam melalui pembangunan fasilitas Wisata Lintas Desa, dalam bentuk perumusan desain, pengemasan paket wisata, hingga pendampingan pelatihan pemandu wisata.***


Penulis : Feri Candra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X