Gerbang Plengkung Gading ini juga punya makna khusus bagi Keraton Jogja.
Plengkung Gading itu mengarah ke selatan, ke arah Pemakaman Raja-Raja Imogiri di kabupaten Bantul Yogyakarta.
Baca Juga: Presiden Jokowi ingatkan urusan pangan penentu stabilitas, TNI diminta peka
Karena itu, Raja Jogja yang masih hidup tak dibolehkan melewati Plengkung Gading tersebut, karena difungsikan sebagai jalan bagi jenazah raja yang akan dikebumikan di Makam Raja-raja Imogiri.
Sementara itu sebagai bangunan kuno, Plengkung Gading ini pernah direnovasi pada tahun 1986.
Di kawasan Plengkung Gading ini juga terdapat menara sirine yang hingga kini masih berfungsi.
Baca Juga: Segini harga tiket MotoGP 2023 Mandalika, Rp250 ribu hingga Rp20 juta, pilih mana?
Sirine tersebut dibunyikan untuk mengenang detik-detik Proklamasi 17 Agustus, dan saat waktu berbuka puasa Ramadhan.
Bangunan Plengkung Gading yang masih dilestarikan keasliannya ini membuatnya tampak unik.
Keunikannya inilah yang memikat banyak wisatawan untuk berfoto di kawasan tersebut.
Kesan vintage bangunan gerbang Keraton Jogja tempo dulu, menjadi salah satu kesan yang dicari.
Sementara itu, wisatawan juga bisa naik ke atas gerbang tersebut, yang pada zamannya merupakan tempat bagi para prajurit keraton berjaga.
Setelah puas berfoto ria di kawasan Plengkung Gading, wisatawan bisa menuju ke Alun-alun Kidul untuk menikmati kuliner khas Kota Jogja. *(SA/K)