pesona-kuliner

Festival Pacu Jalur Riau: Kesenian Tradisional dan Maknanya

Jumat, 8 September 2023 | 06:00 WIB
Festival Pacu Jalur Riau: Kesenian Tradisional dan Maknanya (Sumber Foto : Tangkapan Layar Youtube : Pacu Jalur

Baca Juga: Sate Padang Darek: Kelezatan Pedas yang Tak Terlupakan, Berikut Resepnya

Meskipun awalnya diselenggarakan untuk merayakan hari raya agama Islam, seperti Hari Raya Idulfitri di Riau, di masa penjajahan Belanda, Pacu Jalur juga digunakan untuk merayakan hari jadi Ratu Wilhelmina setiap tanggal 31 Agustus.

Namun, Festival Pacu Jalur tidak hanya sekadar lomba dayung, melainkan juga memiliki makna dan filosofi yang dalam.

Mulai dari proses pembuatan perahu hingga gerakan penari dalam Pacu Jalur, semuanya memancarkan makna yang mendalam.

Sebelum mengambil kayu besar untuk membuat jalur, seluruh masyarakat harus melakukan ritual khusus sebagai tanda penghormatan dan permohonan izin kepada hutan saat akan menebang kayu yang besar.

Baca Juga: Gudeg Yogyakarta: Nikmatnya Nangka Manis dalam Filosofi Masakan Jawa

Sebuah perahu jalur dapat menampung 50-60 orang, yang dikenal sebagai "anak pacu".

Setiap individu dalam perahu memiliki peran masing-masing, seperti Tukang Concang (komandan atau pemberi aba-aba), Tukang Pinggang (juru mudi), Tukang Onjai (pemberi irama dengan cara menggoyang-goyangkan badan), dan yang paling menarik, Tukang Tari atau Anak Coki yang berada di posisi paling depan.

Posisi Anak Coki biasanya diisi oleh anak-anak karena mereka memiliki berat badan yang ringan, memungkinkan perahu untuk bergerak lebih cepat.

Baca Juga: Lebih 200.000 wisatawan kunjungi Destinasi Wisata di Kepulauan Seribu, Pulau Pari terfavorit

Gerakan yang dilakukan oleh Anak Coki memiliki makna tersendiri; mereka menari di depan perahu jika perahu yang mereka kendalikan unggul.

Ketika mencapai garis finish, Anak Coki akan langsung sujud syukur di ujung perahu.

Keunikan dan makna dalam Festival Pacu Jalur telah menjadikannya salah satu festival yang paling dinantikan oleh banyak orang.

Mungkin saja kamu telah menyaksikan sendiri keindahan dan maknanya jika pernah menghadiri Festival Pacu Jalur. *** (SA/I)

Halaman:

Tags

Terkini