Jelajahi Keindahan Alam Lembah Harau Sumatera Barat, Wisata Alam dan Budaya yang Menakjubkan. Ini Jalur Kesana

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Rabu, 26 April 2023 | 11:21 WIB
Menjelajahi keindahan alam Lembah Harau, Sumatera Barat yang belum banyak diketahui orang. Dari tujuh air terjun yang memukau hingga tebing granit yang mempesona. | WartaPesona.com (Foto: Indonesia.travel/kemenparekraf)
Menjelajahi keindahan alam Lembah Harau, Sumatera Barat yang belum banyak diketahui orang. Dari tujuh air terjun yang memukau hingga tebing granit yang mempesona. | WartaPesona.com (Foto: Indonesia.travel/kemenparekraf)

Baca Juga: Pesona Pantai: Mengapa Pantai adalah Destinasi Wisata Terbaik

Lanskap Tebing Tinggi

Selain itu, Lembah Harau juga terkenal dengan lanskap tebingnya yang menjulang tinggi dan menjadi tempat favorit untuk para pendaki profesional.

Ada beberapa tebing yang menjadi ajang latihan pendaki profesional yang ingin mengikuti sebuah turnamen.

Budaya dan Kuliner

Mulai dari menikmati keindahan air terjun, memanjat tebing granit, hingga menjelajahi budaya dan kuliner khas Sumatera Barat. | WartaPesona.com (Foto: Indonesia.travel/kemenparekraf/jerry aurum)
Mulai dari menikmati keindahan air terjun, memanjat tebing granit, hingga menjelajahi budaya dan kuliner khas Sumatera Barat. | WartaPesona.com (Foto: Indonesia.travel/kemenparekraf/jerry aurum)

Penduduk di sekitar Lembah Harau dan Sumatera Barat pada umumnya sangat kaya akan budaya dan tradisi.

Bersosialisasi dengan mereka akan memberikan pengalaman tersendiri dalam mengenal budaya dan tradisi yang ada di sana.

Berbagai kuliner juga tersedia dan menarik untuk dicoba, selain rasanya yang lezat, ada filosofi di balik keragaman makanan tersebut.

Baca Juga: Manchester, Kota Indah di Inggris Yang Bisa Jadi Destinasi Liburan Bersama Keluarga!

Sejarah 

Sejarah Lembah Harau sendiri merupakan sebuah lembah granit berumur 30-40 juta tahun.

Pijakan kaki manusia yang ingin melihat keindahan ngarai Lembah Harau tercatat hampir 100 tahun lalu, dengan dibuatnya monumen di sekitar ngarai pada tahun 1926 oleh pemerintah kolonial Belanda.

Pada awal 1993, ngarai ini ditetapkan sebagai cagar alam karena memiliki beragam spesies tanaman hujan hutan tropis dataran tinggi yang dilindungi serta sejumlah binatang langka asli Sumatera.

Demografi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X