Kawasan pariwisata, jalanan yang berliku-liku, serta udara yang segar membuat perjalanan touring semakin berkesan.
Menurut Rifat, hidangan khas daerah yang menjadi favorit baginya adalah hidangan yang manis, seperti dari daerah Jogja dan Semarang.
“Indonesia kaya akan pemandangan, kaya akan budaya, dan kaya akan kuliner, jadi kalaupun jalanannya gak begitu bagus, yang penting makanannya enak,” ungkap Rifat.
Menanggapi penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, Rifat turut mengekspresikan antusiasmenya terhadap ajang balap internasional ini.
“Kita menjadi tahu kalau Indonesia itu ‘gila balap’, dengan ajang MotoGP, orang sedang 'membuka mata' bahwa it's not about racing, it's about the community, it’s about the infrastructure, it's about the culture," ungkap Rifat.
Menurutnya, meskipun ajang balap tersebut menjadi atraksi utama, tetapi perkembangan income pariwisata di daerah tersebut jauh lebih besar.
Daerah tersebut dapat berpotensi memiliki value yang tinggi di mata turis domestik maupun man - canegara.
It's not about racing, it's about the community, it’s about the infrastructure, it's about the culture.
Dengan diadakannya G20 di Indonesia pada akhir tahun lalu, Rifat merasa event ini merupakan waktu yang tepat untuk menunjukkan potensi negara Indonesia di skala internasional, dan sudah menjadi kewajiban bagi bangsa Indonesia untuk mempertahankan serta memperjuangkan negara Indonesia agar menjadi lebih baik lagi.
Selaku Wakil Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Rifat menyam - paikan bahwa dunia otomotif turut berperan dalam industri kreatif Indonesia yang terlihat dari banyaknya hasil karya anak bangsa.
Namun, terdapat keterbatasan dalam berkarya oleh karena adanya sejumlah regulasi yang berlaku.