oto

5 parameter uji emisi kendaraan bermotor, semua terkait sistem pembakaran

Sabtu, 14 Oktober 2023 | 19:05 WIB
Beberapa parameter harus dipenuhi agar bisa dinyatakan lolos uji emisi kendaraan bermotor. (jakarta.go.id)

Beberapa di antaranya adalah sistem pengapian yang buruk, busi aus, atau masalah pada sistem injeksi bahan bakar.

Tingginya kadar CO juga bisa menjadi indikasi adanya kerusakan pada katalisator, atau komponen penting dalam mengurangi emisi berbahaya.

Baca Juga: Waduh, terlalu sering pakai perangkat audio di telinga bisa sebabkan kehilangan pendengaran permanen?

2. Parameter Hidrokarbon (HC)
Hidrokarbon ini merupakan senyawa organik yang terdapat dalam gas buang kendaraan, dan menjadi indikator masalah pada proses pembakaran.

JIka kadar HC ini melebihi ambang batas, berarti gas buang kendaraan tidak bersih, dan bisa menyebabkan polusi udara.

Hal tersebut bisa karena sistem pembakaran tidak sempurna, atau ada kebocoran pada sistem pembuangan.

Baca Juga: Krisis air jadi ancaman nyata semua negara di dunia, serius!

3. Parameter Oksigen (O2)
Kadar oksigen dalam gas buang kendaraan ini mencerminkan proses pembakaran di dalam mesin berlangsung efisien.

Namun jika kadar oksigen terlalu tinggi, bisa jadi merupakan tanda campuran udara dan bahan bakar terlalu minim.

Hal tersebut menyebabkan kinerja mesin tidak optimal, sehingga meningkatkan kadar emisi CO dan HC.

Baca Juga: Balap MotoGP 2023 Mandalika NTB disebut-sebut paling seru dan bersejarah, mengapa?

4. Parameter Lambda
Lambda adalah rasio udara dan bahan bakar. Rasio lambda yang optimal adalah 1.0, yang berarti campuran sempurna.

Rasio Lambda ini berpengaruh pada efisiensi pembakaran dan emisi gas buang.

Lambda yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan peningkatan emisi CO, dan Lambda yang terlalu rendah akan meningkatkan emisi HC.

Baca Juga: Ini rute Transjakarta dan LRT menuju Stasiun KCJB Halim, jangan keliru

Halaman:

Tags

Terkini

Mobil Keluarga Paling Diminati, Apa Saja Kriterianya?

Minggu, 7 September 2025 | 09:05 WIB