Peparnas XVII: Momentum Olahraga Inklusif untuk Semua, Tanpa Pengecualian

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 17:00 WIB
Menpora Dito Ariotedjo menyampaikan pidato penutupan Peparnas XVII di Stadion Manahan Solo, menekankan pentingnya inklusivitas dan semangat juang atlet difabel. (Kemenpora/Herry)
Menpora Dito Ariotedjo menyampaikan pidato penutupan Peparnas XVII di Stadion Manahan Solo, menekankan pentingnya inklusivitas dan semangat juang atlet difabel. (Kemenpora/Herry)

WartaPesona.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, menyampaikan bahwa Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) adalah momen penting untuk menegaskan bahwa olahraga adalah hak setiap orang tanpa terkecuali.

Baca Juga: Sandiaga Uno Sambut Penerbangan Perdana AirAsia Hong Kong - Jakarta, Dorong Wisatawan Internasional

Pernyataan ini disampaikan oleh Menpora Dito dalam pidatonya saat penutupan Peparnas XVII Jawa Tengah 2024 di Stadion Manahan Solo, Minggu (13/10).

“Para atlet difabel yang saya sebut sebagai para juara adalah bukti nyata bahwa olahraga harus menjadi hak semua orang tanpa terkecuali. Mari kita bersama-sama memastikan bahwa inklusivitas tetap menjadi bagian integral dari kebijakan olahraga nasional ke depan,” ujar Menpora Dito.

Baca Juga: Fun Run Fordeswita: Menggeliatkan Sport Tourism di Likupang

Menpora Dito menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama dalam bidang olahraga, sehingga mereka dapat terus berkembang menjadi atlet yang tangguh.

“Mari kita sampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi atas perhatian dan dukungan luar biasa bagi dunia olahraga. Banyak prestasi dan kemajuan telah diraih, termasuk Peparnas XVII di Solo ini,” tambahnya.

Baca Juga: Likupang Jadi Pusat KaTa Kreatif: Sandiaga Uno Dorong Ekonomi Kreatif untuk Dongkrak Wisata Super Prioritas

Bagi Menpora Dito, Peparnas bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga wujud nyata dari semangat inklusivitas, solidaritas, dan integritas.

Para atlet difabel berhasil menunjukkan bahwa tekad kuat mampu mengubah keterbatasan menjadi kebebasan.

Baca Juga: Desa Wisata Labengki Jadi Bintang ADWI 2024: Sandiaga Uno Terkesan dengan Keindahan Bahari dan Budaya

“Mereka yang hadir, baik penyelenggara, peserta, maupun penonton, telah menjadi bagian dari orang-orang yang menjaga semangat cinta kemanusiaan,” kata Menpora Dito dengan penuh haru.

Penutupan Peparnas XVII menjadi penanda kegiatan olahraga nasional terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama 10 tahun terakhir, yang penuh dengan tantangan namun diwarnai dengan berbagai prestasi.

Baca Juga: Akselerasi Pariwisata Sulawesi Tenggara: Sandiaga Uno Dorong Solusi Kendala dan Peningkatan Investasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: Kemenpora

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

MotoGP Italia 2026: Marco Bezzecchi Juara

Senin, 1 Juni 2026 | 05:37 WIB

MotoGP Italia 2026: Marco Bezzecchi Meraih Pole

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:22 WIB

Crystal Palace Juarai Conference League

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:24 WIB
X