Baca Juga: Kemenangan Tipis: Arsenal Mengalahkan Crystal Palace dengan Skor 1-0, Meski 10 Pemain
Guru Pendamping Tim Musik dan Tari Tradisional SMP Labschool Kebayoran, Cinthia Puji Bhintarti, menjelaskan bahwa para siswa yang berpartisipasi dalam Rimini Fest bukanlah penari profesional.
Mereka adalah siswa-siswi SMP Labschool yang telah melalui seleksi ketat dan berlatih keras selama 3 hingga 4 bulan sebelum acara.
Prestasi yang diraih oleh tim ANN juga mendapat pengakuan dari peserta asal Ukraina yang terharu dengan penampilan Tarian Tradisional "Reog Ponorogo".
Baca Juga: BRIN mulai lakukan modifikasi cuaca atasi polusi udara Jakarta, 800 kilogram garam disemai di awan
Hal ini menunjukkan bahwa seni dan budaya Indonesia memiliki daya tarik yang kuat di kancah internasional, dan mampu menyentuh hati masyarakat dari berbagai belahan dunia.
Dengan prestasi ini, SMP Labschool Kebayoran tidak hanya mendapatkan kebanggaan semata, tetapi juga telah menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia.
Menparekraf Sandiaga berharap bahwa Indonesia dapat terus berprestasi dan menjadi tuan rumah bagi berbagai event internasional di masa depan, serta terus mendukung pengembangan potensi anak muda dalam berbagai bidang kreatif.
Baca Juga: Dari 4 model baru, hanya iPhone 15 Pro Max yang dibekali Chip 17 dan lensa periskop, istimewa
Artikel ini merupakan bukti nyata bahwa prestasi dalam bidang seni dan budaya dapat menjadi daya ungkit inspiratif bagi generasi muda untuk meraih mimpi dan tujuan mereka.
Keberhasilan tim ANN di Rimini Fest telah menunjukkan bahwa semangat, kerja keras, dan kerja sama adalah kunci utama untuk meraih prestasi luar biasa di tingkat internasional.***
Editor: Anne Ardianti