WartaPesona.com - Gubernur Pramono Anung Wibowo, Minggu 21 Juni 2026 meresmikan penataan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Proyek penataan ini mengubah kawasan yang dulunya masih ada tiang monorel yang mangkrak, menjadi sebuah ikon baru yang lebih rapi dan tertata.
Peresmian ini juga menandai diaktifkannya kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day setiap akhir pekan di kawasan baru ini.
Baca Juga: Indonesia Meraih Peringkat Kedua Global Muslim Travel Index Award 2026
Dalam acara ini sekaligus meresmikan penamaan Halte Gedung KPK menjadi Halte Setiabudi Integritas. Penamaan halte ini sebagai simbol penguatan budaya antikorupsi dan integritas di ruang publik strategis.
Selain menghadirkan ruang kota yang lebih baik, Pramono berharap penataan kawasan ini sekaligus mencerminkan semangat Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai integritas, budaya, dan keberlanjutan.
"Saya resmikan penataan Jalan HR Rasuna Said dan naming right Halte Setiabudi Integritas Satu," ujar Pramono.
Penataan Jl HR Rasuna Said sepanjang 3,8 kilometer ini menelan anggaran sebesar Rp91 miliar. Sebanyak 109 tiang monorel pun telah dibongkar dan dirapikan serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas.
Baca Juga: Jakarta Berikan Insentif Pajak 50 Persen Kepada Indsutri Film
"Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi," ungkapnya.
Selain menata kawasan ini, Pramono juga menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air untuk membersihkan aliran Kali Cideng yang ada di sepanjang Jl HR Rasuna Said.
Sebelum ditata, Jalan HR Rasuna Said terbagi menjadi dua jalur, yakni jalur cepat dan jalur lambat yang memiliki perbedaan elevasi.
Kemudian setelah ditata, jalan menjadi lebih luas dan rata, dilengkapi berbagai fasilitas untuk kemudahan akses masyarakat, termasuk pedestrian.***