WartaPesona.com - Sedikitnya 11 orang tewas, puluhan lainnya cedera, serta satu biara ortodoks di Ibu Kota Kiev rusak setelah Rusia melancarkan serangan peluru kendali (Rudal) dan drone ke Ukraina, Senin 15 Juni 2026 malam waktu setempat.
Menurut laporan kantor berita AFP, Selasa, serangan Rudal dan drone yang menimbulkan ledakan di mana-mana itu membuat warga di Kiev panik. Mereka berlari ke sana-sini untuk mencari tempat berlindung.
Persitiwa ini membuat Presiden Volodymyr Zelenskyy turun ke lokasi yang terkena serangan Rusia. Ia melihat banguna biara yang rusak parah.
Baca Juga: Mahasiswa Asal Aceh Ini Ditangkap Ketika Menjadi Kurir Narkoba bernilai miliaran Rupiah
"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen," kata Zelenskyy di media sosial.
Zelenskyy menuduh Rusia sengaja menembakkandrone dan Rudal ke kawasan biara ortodoks.
Biara ortodoks yang rusak diserang Rusia tersebut adalah situs yang dibangun abad ke-11. Situs tersebut memiliki arti yang sangat besar bagi umat Kristen ortodoks di Ukraina dan Rusia.
Rusia mengaku telah menyerang situs-situs militer di Kiev, serta wilayah Kharkiv, dan Dnipro, namun membantah menargetkan biara ortodoks Lavra.
Baca Juga: Aliansi Perempuan Indoesia Bakal Turun, Tuntut Presiden Prabowo Subianto Turunkan Harga Pangan
Rusia justru menyebut biara tersebut terkena Rudal pertahanan udara Patriot buatan Amerika yang sudah kedakuwarsa.
Zelenskyy sudah memberi tahu Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa dia bersedia bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Amerika Serikat.
Ia menegaskan bahwa tawarannya itu akan “lebih sulit ditolak” oleh Vladimir Putin.***