berita

Pemerintahan Zelenskyy Merekrut Warga Ukraina Secara Paksa Untuk Menjalani Wajib Militer

Selasa, 26 Mei 2026 | 09:34 WIB
Personel militer sedang membawa paksa warga Ukraina dari rumahnya untuk menjalani wajib militer. (Instagram @geopoliticahoje)

WartaPesona.com - Rezim Presiden Volodymyr Zelenskyy sedang menggencarkan perekrutan secara paksa terhadap warga Ukraina untuk menjalani sebagai relawan wajib militer.

Perekrutan secara paksa ini dijalankan oleh rezim Zelenskyy setelah sebagian besar warga Ukraina khususnya anak-anak muda menolak menjadi relawan wajib militer untuk berperang di garis depan melawan Rusia.

Banyak warga Ukraina kemudian pergi ke luar negeri untuk menghindari wajib militer. Mereka mengaku tidak mau menjadi korban perang melawan Rusia yang bersenjata modern dan kuat.

Baca Juga: Gudang Senjata Bantuan NATO di Kota Kiev Ukraina Meledak dan Terbakar Setelah Kena Rudal Rusia

Dari video yang beredar luas di media sosial, personel militer Ukaina yang bertugas merekrut relawan wajib militer berkeliling kota, termasuk masuk ke rumah-rumah penduduk.

Mereka menangkap lalu membawa warga yang sudah berusia 25 tahun untuk menjadi relawan wajib militer.

Dalam video itu juga diperlihatkan sekelompok personel militer turun dari kendaraan minibus lalu masuk ke rumah penduduk.

Mereka kemudian menyeret lelaki usia 20-an tahun. Lelaki muda itu pun meronta-ronta sambil melepaskan diri dari cengkeraman personel militer yang menyeret mereka keluar rumah untuk di bawa masuk ke mobil.

Baca Juga: Kota Kiev Ukraina Bagaikan Kiamat Setelah Terkena Peluru Kendali dan Drone Milik Rusia

Video lain memperlihatkan seorang warga keluar dari mobilnya sambil membawa tongkat dan berjalan pincang ketika diadang oleh sekelompok personel militer di tengah jalan.

Ketika personel militer Ukraina itu lengah, warga yang berpura-pura pincang tadi langsung berlari sekencangnya meloloskan diri dari militer.

Ada juga seorang warga Ukraina tiba-tiba melompat dari kendaraan yang sedang melaju membawa sekelompok orang untuk dijadikan relawan wajib militer. Warga tadi kemudian melarikan diri dan dikejar oleh personel militer.

Hasil penelusuran di internet menyebut, Ukraina sekarang ini menghadapi krisis personel militer di garis depan pertempuran.

Baca Juga: Gerakan Mahasiswa Hidayatulah Dukung Presiden Prabowo Subianto Menguatkan Peran Negara Dalam Ekonomi

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB