Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Luhut optimistis sistem pembayaran dan identifikasi digital akan terintegrasi penuh dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan sistem verifikasi biometrik.
Dengan demikian, distribusi bantuan sosial dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan transparan.
Sebagai bagian dari uji coba di Banyuwangi, penerima manfaat yang belum memiliki ponsel dibantu oleh 167 Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan 25 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Mereka memastikan seluruh warga, termasuk di Desa Kemiren dan Kelurahan Lateng, dapat mengikuti proses digitalisasi bansos dengan baik.***