Kolaborasi untuk Kebersihan Lingkungan
Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menangani masalah sampah laut.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang lebih baik perlu dimulai dari hulu dan pengembangan industri pengelolaan sampah untuk mengurangi tumpukan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Sampah yang tidak segera diatasi dapat berdampak buruk pada lingkungan, kesehatan, pariwisata, dan ketahanan pangan kita,” katanya.
Partisipasi Masyarakat Bali dalam Aksi Bersih Sampah Laut
Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini dalam menjaga keindahan alam Bali sebagai destinasi wisata unggulan yang berbasis budaya.
Sebanyak 2.115 peserta dari berbagai elemen masyarakat turut serta dalam aksi tersebut, yang terbagi dalam 10 zona untuk pemungutan sampah, dengan sampah yang dipilah antara organik dan anorganik.
Kegiatan ini menandai komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menciptakan pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
Menpar Harapkan Dampak Positif Jangka Panjang
Menpar Widiyanti berharap bahwa kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergotong royong dalam menjaga kebersihan destinasi wisata Indonesia.
“Dengan semangat kebersamaan, kita bisa memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan sehat untuk dinikmati oleh wisatawan,” ujar Widiyanti.
Kegiatan ini juga mencerminkan semangat pemerintah Indonesia dalam mendukung pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta mengundang masyarakat luas untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam, demi pariwisata Indonesia yang lebih baik di masa depan.***