Startup Edutech Zenius Tutup Sementara karena Tantangan Operasional

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Kamis, 4 Januari 2024 | 19:52 WIB
Zenius dan Pemkab Buol Gelar Pelatihan Literasi dan Numerasi Bagi para Guru saat Juni 2023 (zenius.net)
Zenius dan Pemkab Buol Gelar Pelatihan Literasi dan Numerasi Bagi para Guru saat Juni 2023 (zenius.net)

WartaPesona.com - Zenius, startup edutech yang dikenal sebagai penyedia platform pendidikan online, memutuskan untuk menghentikan operasionalnya sementara waktu.

Perusahaan ini juga merupakan pemilik jaringan bimbingan belajar Primagama.

Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi kepada mitra pemilik lokasi bimbingan belajar offline Primagama.

Dalam pernyataan tersebut, Zenius menyatakan bahwa penghentian operasi bersifat sementara, tetapi tetap menegaskan komitmennya untuk terus berusaha mewujudkan visi menciptakan Indonesia yang cerdas, cerah, dan asik melalui pendidikan.

Baca Juga: Memberdayakan Pemuda Indonesia: Program Data Science for Youth Mentransformasi Masa Depan melalui Pendidikan Teknologi

Meskipun belum dijelaskan secara detail, Zenius mengakui bahwa mereka sedang menghadapi tantangan operasional.

Perusahaan ini didukung oleh investasi dari pihak seperti MDI Ventures milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., Northstar Group milik Patrick Walujo, Alpha JWC, Openspace Ventures, dan Beacon Venture Capital.

Dalam pernyataan pers sebelumnya mengenai pendanaan dari MDI Ventures, Zenius mengklaim telah mengumpulkan total pendanaan senilai US$40 juta (sekitar Rp622 miliar) sejak berdiri.

Namun, alasan konkret penutupan operasional belum diungkapkan secara rinci.

Baca Juga: Memahami dan Menghargai Sifat Introvert: Tips untuk Menjalani Hidup dengan Keseimbangan

Pada awal 2022, Zenius mengakuisisi Primagama, sebuah langkah yang tidak diungkapkan harganya, namun, mengingat Primagama memiliki jaringan nasional, akuisisi ini pastinya melibatkan biaya yang signifikan.

Setelah akuisisi, Zenius telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang mempengaruhi ratusan pegawai.

Chief Product and Growth Officer di Zenius, Sony Radhityo, menyatakan bahwa bergabungnya Primagama ke Zenius diharapkan menciptakan inovasi terbaik untuk memajukan kualitas pendidikan Indonesia di masa mendatang.

Meskipun demikian, tantangan operasional tampaknya telah menyebabkan penutupan sementara kegiatan Zenius. ***(SA)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB
X