WartaPesona.com - Teknologi sekarang semakin canggih, ada lagi penerapannya di tubuh manusia saat ini.
Seorang pria berusia 36 tahun, sudah selama 7 tahun di otaknya ditempeli sebuah chip.
Pria bernama Nathan Copeland tercatat rekor terlama tubuhnya disisipi chip.
Ia mengakui dirinya sebagai makhluk hidup yang dimasuki sebuah chip, sehingga jadi seperti sebuah mesin, atau biasa disebut Cyborg.
Chip tersebut berfungsi untuk mengontrol perangkat keras seperti komputer, konsol gim, dan lengan robot miliknya yang dikontrol langsung dengan otaknya.
Baca Juga: Tipe HP Apa Saja dari Samsung yang Bisa Update ke Android 13 Tiramisu? Segera Cek HP Anda
Seperti dikutip dari PIKIRAN RAKYAT dalam artikel Hidup dengan Chip di Otak Selama Bertahun-tahun, Pria Ini Anggap Dirinya Cyborg bahwa dalam chip tersebut dipasang karena anggota tubuh Copeland lumpuh dari dada ke bawah setelah kecelakaan yang menimpanya pada tahun 2004 silam.
Pada tahun 2014, dia berkesempatan untuk bisa bergabung dengan kelompok penelitian dari University of Pittsburgh.
Dalam penelitian tersebut, orang-orang yang cedera tulang belakang mengalami kelumpuhan total atau sebagian.
Ketika kesempatan itu datang, dia sama sekali tidak ragu untuk mendaftarkan diri. Meskipun harus menempuh operasi otak tanpa kepastian.
Baca Juga: Sandiaga Uno Apresiasi Karya Pelaku Ekraf di AKI 2022 Kendari Dorong Optimisme Kebangkitan Ekonomi
“Ketika saya mulai, mereka berkata, 'Oh, itu mungkin akan bertahan lima tahun.' Dan lima tahun itu berdasarkan data dari binatang percobaan monyet, karena belum pernah ada manusia yang melakukannya,” ujar Copeland.
Untungnya hingga saat ini implan chip tersebut masih berfungsi dengan baik, bahkan tanpa efek samping atau komplikasi.
“Rasanya seperti berada di ambang kepraktisan,” kata Jane Huggins, direktur University of Michigan Direct Brain Interface Laboratory.
Namun perhatian Huggins adalah soal daya tahan perangkat yang ditanamkan pada otak tersebut.
Baca Juga: Musim Kemarau Tiba, Cegah Kekeringan dan Kebakaran Hutan, BMKG Beri Penjelasan
“Akan sangat menjengkelkan jika fungsi dipulihkan selama bertahun-tahun, lalu kehilangannya lagi. Dan itu selalu menjadi perhatian dengan perangkat implan yang mungkin memerlukan servis,” kata Huggins.
Copeland telah melakukan operasi implan dengan chip empat lapis pada 2015, dua implan berfungsi sebagai pengontrol sistem saraf motorik, dan dua implan lainnya berfungsi mengontrol sistem saraf sensorik.
Chip empat lapis tersebut terbuat dari silikon keras seperti sikat rambut dengan ujung yang tajam. Setiap kotak lapis memiliki sekitar 100 jarum kecil dengan panjang 1 milimeter dengan lapisan konduktor.
Ilmuwan memanfaatkan arus kecil antar neuron otak di sekitar chip yang terjadi saat terjadi aktivitas seperti memerintahkan untuk bergerak untuk direkam dan diteliti lebih lanjut.*** (Saepulloh Hidayat/Pikiran rakyat)(SA)