WartaPesona.com - Musim kemarau adalah ketika curah hujan diwilayah Indonesia terjadi penurunan dan tingkat kelembaban udara juga menurun.
Menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah menyampaikan informasi terkait musim kemarau tahun 2022.
Masyakarat diminta waspada terkait adanya bencana seperti kekeringan bahkan kebakaran hutan.
Terkait cuaca ekstrim seperti angin kencang dan potensi hujan juga, masyakarat harus siap waspada dan jaga selalu keselamatan.
Dikutip dari Pikiran Rakyat dalam artikel yang berjudul 'BMKG Beri Imbauan Jelang Puncak Musim Kemarau 2022' bahwa pada wilayah NTB, Curah hujan pada dasarian II Agustus 2022 akan didominasi kategori rendah (<50mm/das).
Baca Juga: Waspada! Cacar Monyet Sudah Masuk ke Indonesia, Apa Saja Gejala, Tanda Utama dan Pencegahannya?
Namun di sebagian wilayah Lombok Barat Bagian Timur, Sebagian Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah terjadi hujan dengan intensitas >50 mm/dasarian atau berada pada kategori menengah.
“Curah Hujan tertinggi tercatat terjadi di Pos Hujan Labuhan Pandan, Kabupaten Lombok Tengah sebesar 130mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian II Agustus 2022 di Wilayah NTB hampir seluruhnya atas normal (AN), hanya di sebagian kecil Sumbawa, Bima, Dompu, dan Kota Bima sifat hujan berada pada kategori bawah normal (BN),” katanya.
Dirinya menyatakan, update kondisi dinamika Atmosfer terakhir menunjukan indeks ENSO berada pada kondisi La Nina Lemah (Indeks Enso: -0,91).
Prakiraan BMKG kondisi La Nina lemah akan berpotensi terus hingga akhir tahun 2022.
Indeks IOD pada dasarian terakhir menunjukkan kondisi IOD negatif (-0,80), dan diperkirakan kondisi IOD negatif berpotensi terus hingga akhir tahun 2022.
Untuk aliran massa udara, wilayah Indonesia didominasi angina timuran, kecuali untuk wilayah Sumatera bagian Utara hingga Tengah.
Terdapat pula pola siklonik yang terbentuk di wilayah Samudera Hindia Barat bagian Sumatera.