tekno

Teknologi Edge-to-Edge pada layar handphone, kelebihan dan kekurangan

Selasa, 25 Juli 2023 | 07:57 WIB
Penggunaan Teknologi edge-to-edge pada layar handphone. (freepik.com)

Meskipun teknologi edge-to-edge menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mengimplementasikannya.

Dengan menghilangkan bezel, pertanyaannya adalah di mana komponen seperti kamera depan, sensor, dan pengeras suara akan ditempatkan?

Produsen handphone harus menemukan solusi untuk menempatkan komponen ini dengan cara yang efisien tanpa mengorbankan fungsi dan kualitas.

Baca Juga: Apa saja makanan sehat dan alami yang bisa menambah berat badan?

Layar yang hampir tanpa bezel dapat membuat ponsel lebih rentan terhadap kerusakan jika terjatuh.

Perlindungan layar seperti Corning Gorilla Glass dan teknologi perlindungan lainnya perlu diperkuat untuk menjaga keawetan ponsel.

Dalam mendesain handphone dengan bezel yang sangat tipis atau tanpa bezel, produsen harus memperhatikan integritas struktural perangkat.

Handphone harus tetap kokoh dan tahan lama meskipun bezelnya minimal.

Salah satu implementasi awal dari teknologi edge-to-edge adalah dengan menggunakan notch atau "poni" di bagian atas layar.

Notch memungkinkan penempatan kamera depan dan sensor lainnya tanpa perlu memiliki bezel di bagian atas layar.

Baca Juga: Mengenal Burung Kolibri Ninja, Si Ramping yang lincah saat terbang di udara

Metode lain adalah dengan menggunakan punch hole atau "lubang tembak" di layar untuk menempatkan kamera depan.

Dengan punch hole, bagian layar sekitar kamera depan menjadi bezel yang sangat kecil.

Handphone dengan teknologi layar lipat, seperti Samsung Galaxy Fold atau Huawei Mate X, memungkinkan layar yang besar dan hampir tanpa bezel ketika dilipat.

Ketika dilipat, ponsel ini memiliki bentuk yang lebih kompak dengan layar di bagian dalam dan bagian luar.

Halaman:

Tags

Terkini