Pengembangan genomik diarahkan untuk mendukung kemampuan Indonesia menghasilkan berbagai produk secara mandiri, termasuk benih, obat-obatan, serta pengembangan bioindustri.
Teknologi ini diharapkan dapat memperkuat sektor pangan dan kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi dan produk dari luar negeri.
Selain genomik, BRIN juga menempatkan teknologi kuantum sebagai salah satu fokus riset. Teknologi tersebut diproyeksikan berperan dalam pengembangan sistem komputasi masa depan dan keamanan teknologi.
Teknologi Nuklir Disiapkan untuk Era PLTN
BRIN juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan teknologi nuklir dan antariksa.
Menurut Arif, kedua bidang tersebut memiliki posisi strategis karena dapat menjadi pengungkit kedaulatan Indonesia, termasuk dalam sektor energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
Khusus teknologi nuklir, BRIN berupaya membangun ekosistem nuklir nasional secara menyeluruh sebagai bagian dari persiapan apabila Indonesia memasuki era Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Penguasaan teknologi tidak hanya diarahkan pada pembangunan reaktor, tetapi mencakup seluruh rantai teknologi nuklir.
“Kami berupaya menguasai seluruh rantai teknologi, mulai dari penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah,” ujar Arif.
Baca Juga: BRIN mulai lakukan modifikasi cuaca atasi polusi udara Jakarta, 800 kilogram garam disemai di awan
Menurutnya, penguasaan teknologi sejak dini penting agar Indonesia tidak harus memulai dari nol ketika nantinya mengambil keputusan untuk memanfaatkan PLTN.
BRIN juga ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna atau pembeli teknologi dari negara lain, tetapi memiliki kemampuan nasional untuk mengembangkan dan menguasai teknologi nuklir.
“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” tutup Arif.
Pengembangan berbagai teknologi strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas riset nasional sekaligus membangun fondasi ekonomi Indonesia yang lebih produktif, mandiri, dan kompetitif di masa depan.***