Dalam pembahasan mengenai dunia kerja, ditegaskan bahwa AI tidak semata-mata menggantikan pekerjaan, tetapi juga menciptakan profesi baru seperti AI Trainer, Prompt Engineer, Data Annotator, hingga AI Content Specialist.
Berbagai sektor disebut telah merasakan manfaat AI, mulai dari media dan hiburan, pemerintahan, teknologi informasi, layanan keuangan, pendidikan, hingga logistik dan supply chain. Artinya, adaptasi terhadap AI menjadi kebutuhan lintas industri.
Langkah Awal dan Penggunaan yang Aman
Peserta juga diberikan panduan praktis untuk mulai belajar AI dari langkah paling sederhana, seperti mencoba chatbot AI, mengajukan pertanyaan harian, menggunakan AI untuk tugas kecil, serta bereksperimen dengan fitur baru secara bertahap.
Di sisi lain, isu etika dan keamanan turut menjadi perhatian. Kekhawatiran publik terhadap privasi data, potensi bias, hingga penyalahgunaan teknologi seperti deepfake dibahas sebagai bagian dari literasi digital yang perlu dipahami bersama.
Beberapa prinsip penggunaan aman yang ditekankan antara lain menggunakan platform resmi dan terpercaya, tidak memasukkan data pribadi sensitif, serta selalu memeriksa kembali hasil AI sebelum digunakan.
Menutup sesi, pesan utama yang disampaikan kepada peserta adalah bahwa AI bukan ancaman, melainkan alat. Risiko terbesar bukan pada teknologinya, tetapi pada ketidaksiapan untuk belajar dan beradaptasi.
Melalui sesi perdana ini, OK OCE Indonesia berharap peserta memiliki pemahaman dasar dan kepercayaan diri untuk mulai memanfaatkan AI dalam aktivitas sehari-hari maupun pengembangan usaha. Rangkaian kelas akan berlanjut dengan pembahasan pematangan ide bisnis berbasis AI dan
AI visual untuk kebutuhan branding dan konten kreatif.*****