WartaPesona.com - Imam Pesuwaryantoro, pemuda asal Kota Bekasi, mengungkapkan bahwa konsep Clean Tech berhasil mewujudkan hilirisasi sampah plastik menjadi industri senilai 500 miliar.
Dua Clean Tech Company, yaitu PT Inocycle Technology Group (INOV) dan PT Plasticpay Teknologi Daurulang (Plasticpay), menjadi pionir dalam menerapkan Ekonomi Sirkular.
Penjualan INOV mencapai Rp518,7 miliar pada 2020, naik 4,8% dari tahun sebelumnya. Produk homeware dan non-woven melonjak, didorong oleh lonjakan kebutuhan konsumen selama pandemi.
Dalam upaya mendukung ekonomi sirkular, INOV melalui anak usahanya, Plasticpay, telah menyebarkan 957 collection point, 814 dropbox, dan 143 RVM di seluruh Indonesia.
Imam Pesuwaryantoro, Delegasi Indonesia di COP-28 UAE Dubai 2023, memperjuangkan konsep Hilirisasi Sampah menjadi Industri.
Ia mendorong revisi UU no.18/2008 tentang Persampahan, dengan memberikan insentif kepada masyarakat yang terlibat dalam Pemilahan Sampah dan Program Ekonomi Sirkular seperti keterangan pers yang diterima.
Hilirisasi Sampah Botol Plastik oleh INOV dan Plasticpay telah membuktikan keberhasilannya dalam mengubah sampah botol plastik menjadi bahan baku ramah lingkungan.
Baca Juga: Prabowo Subianto : Jokowi Sosok yang Mengajak Persatuan, Saya Ingin Menang untuk Rakyat
INOV juga fokus meningkatkan kesadaran dan kebiasaan mendaur ulang di masyarakat dengan mendirikan pusat pengumpulan dan pengolahan sampah plastik di daerah-daerah strategis.
Indonesia, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017, berkomitmen mengurangi timbunan sampah plastik 30% pada 2030.
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional pada 2023 menunjukkan pengurangan sampah sudah mencapai 16,5% atau 2,3 juta ton/tahun.
Baca Juga: Imam Pesuwaryantoro Mendorong Inovasi dan Komitmen Pro-Iklim di Debat Pilpres KPU 2024
Dengan langkah ini, Indonesia semakin mendekati target pengurangan sampah plastik secara signifikan. ***