Restoran ini hanya berjarak satu kilometer dan hanya membutuhkan 5-10 menit perjalanan dari Bandara Komodo.
Berdirinya restoran ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari para wisatawan. Kawasan Labuan Bajo diproyeksikan oleh pemerintah sebagai destinasi pariwisata premium kelas dunia, sehingga memiliki potensi daya tarik para wisatawan dari berbagai negara.
Proyeksi ini mendorong pendiri Pondok Mai Cenggo untuk mengisi kebutuhan para wisatawan dengan cita rasa nusantara.
Pembukaan pada bulan Desember 2019 cukup menjadi tantangan bagi Pondok Mai Cenggo hal ini dikarenakan oleh pandemi.
Bahkan pada tahun 2020, Pondok Mai Cenggo diharuskan tutup dari bulan April sampai dengan Juli hingga terpaksa merumahkan karyawan.
Pada bulan Agustus, Pondok Mai Cenggo dapat membuka kembali restorannya dengan membatasi pengunjung.
Baca Juga: Berikut Ini Ada 5 Rekomendasi Destinasi Menyenangkan di Desa Wisata Pujon Kidul, Malang
Oleh karena itu terjadi penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan periode bulan Januari-Juli tahun ini dengan tahun lalu, maka ada penurunan yang sangat signifikan hingga mencapai pengurangan wisatawan sampai separuhnya.
Dalam upaya bertahan dalam kondisi tak menentu, Pondok Mai Cenggo melakukan penghematan dari beberapa sisi.
Salah satunya dari pengeluaran operasional dan dilakukan subsidi silang dengan beberapa usaha mereka.
Baca Juga: Lumpia, Nikmati Lezatnya Springroll Pecinan di Semarang
Selain itu Pondok Mai Cenggo membuat kebijakan baru untuk karyawan yaitu dapat tinggal di mess yang disediakan.
Meski begitu, selama PPKM Pondok Mai Cenggo dapat terus berjuang tanpa harus melakukan pengurangan karyawan. Kebijakan yang dijalankan pun dilakukan dengan adanya persetujuan bersama.