WartaPesona.com - Berasal dari bahasa Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Mai Cenggo diartikan sebagai mari mampir atau mari singgah. Akan tetapi “Cenggo” sendiri jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kata yang biasa digunakan adalah “Mai”, Mai Hang, yang berarti mari makan.
Nama tersebut dipilih karena bersamaan dengan bisnis kuliner dan ajakan untuk mengunjungi resto- ran ini. Restoran ini terletak di jalan Alo Tani, Komplek BTN Bandara, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Dilansir dari Pesona E-Magazine Edisi IV / 21 bahwa restoran ini hanya berjarak satu kilometer dan hanya membutuhkan 5-10 menit perjalanan dari Bandara Komodo. Berdirinya restoran ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari para wisatawan.
Baca Juga: Berikut Ini Ada 5 Rekomendasi Destinasi Menyenangkan di Desa Wisata Pujon Kidul, Malang
Kawasan Labuan Bajo diproyeksikan oleh pemerintah sebagai destinasi pariwisata premium kelas dunia, sehingga memiliki potensi daya tarik para wisatawan dari berbagai negara.
Proyeksi ini mendorong pendiri Pondok Mai Cenggo untuk mengisi kebutuhan para wisatawan dengan cita rasa nusantara.
Pondok Mai Cenggo mengadopsi konsep Nusantara, dimulai dari nama dan dekorasinya.
Baca Juga: Wajib Coba Aktivas seru dan menyenangkan di Desa Wisata Candirejo, Magelang
Salah satu dekorasi yang unik adalah patung Komodo. Komodo diangkat menjadi salah satu ciri khas restoran karena reptil besar itu menjadi daya tarik untuk pariwisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.
Ciri khas lain dapat dilihat dari hiasan lampu, mengingat Labuan Bajo sebagai kota penghasil ikan kerapu/sunu. Ciri khas utama terlihat dari bangunan restoran yang menyerupai rumah adat.
Dalam pilihan menu, Pondok Mai Cenggo menghadirkan masakan seafood, ayam, bebek, dan sayur-sayuran.
Baca Juga: Berikut Ini Ada 5 Rekomendasi Destinasi Menyenangkan di Desa Wisata Pujon Kidul, Malang
Selain makanan, Pondok Mai Cenggo menawarkan menu minuman berupa minuman bersoda, kopi, dan es krim.