Sebelum bisa merakit sendiri, untuk keperluan pentas mereka harus membeli Barongsai seharga jutaan rupiah dari Semarang. Namun berkat keuletan Mazda, kini grup Barongsai Singa Mataram tidak hanya bisa membuat Barongsai sendiri, bahkan dapat melayani pesanan dari dalam dan luar Pulau Jawa. Mereka juga telah memanfaatkan media sosial untuk promosi, melalui akun Instagram @singa_mataram_jogja.
Meski turun-temurun menekuni kesenian Barongsai, keluarga Pak Pong sama sekali tidak memiliki garis keturunan Cina. Kecintaan keluarga ini akan Barongsai adalah wujud pembauran budaya yang sesungguhnya.
Becakan Sepanjang Kampung Turis Sosrowijayan Hingga Slasar Malioboro
Ingin lebih melebur dengan nuansa dan romansa lokal? Berkeliling naik becak bisa menjadi pilihan kegiatan menyenangkan. Sambil menikmati suasana, kita juga bisa mengobrol dengan Pak Becak yang selalu ramah. Beberapa becak motor bahkan sudah melengkapi diri dengan pengeras suara, sehingga penumpang bisa dimanjakan musik-musik favorit sepanjang perjalanan.
Lalu saat ingin rehat sejenak atau mengisi perut, kita bisa minta Pak Becak mampir ke Slasar Malioboro yang memiliki koleksi kuliner lengkap dengan sudut-sudut nyaman untuk nongkrong atau foto-foto. Ikon wisata baru ini berada di Jalan Pasar Kembang, menghubungkan Stasiun Tugu dengan Malioboro. Di tempat ini, sekadar duduk santai atau menikmati jajanan yang ada, kembali kita akan merasakan suasana kekeluargaan khas Yogyakarta.
Baca Juga: 36 Cabang Olahraga yang Dipertandingkan di SEA Games 2023 Kamboja, Berikut Informasinya
Jalur pejalan kaki di Slasar Malioboro juga ramah bagi penyandang disabilitas tuna netra, karena terbuka luas dan dilengkapi garis kuning pemandu jalan.