WartaPesona.com - Mengusung tema klasik, Pitaloka memiliki arti “yang telah berlalu” dalam bahasa Sunda.
Restoran ini menyajikan makanan tradisional khas Indonesia dari berbagai penjuru provinsi dan mengadopsi konsep arsitektur kolonial Belanda.
Sehingga saat memasuki restoran Pitaloka Sanur ini, pengunjung dapat merasakan seperti berada dalam mesin waktu.
Baca Juga: Nila Tanzil, Memberdayakan Tenaga Kerja Sektor Pariwisata dengan Social Enterprise
Berdasarkan artikel yang dikutip dari Pesona E-Magazine Edisi IV/21 bahwa restoran Pitaloka Sanur terletak di Jl. Batur Sari No. 90, Kel. Sanur, Kec. Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.
Diantara banyaknya restoran saat ini dengan tema simple dan modern, gaya bangunan Pitaloka Sanur menjadi salah satu keunikannya tersendiri.
"Keberanian menjadi berbeda dan menerobos arus adalah suatu hal yang perlu dicoba untuk hal yang lebih baik.” ujar pihak manajemen restoran Pitaloka Sanur.
Bangunan Pitaloka didominasi oleh tembok berwarna putih yang mencerminkan ketulusan. Pitaloka ingin menginspirasi tamu akan ideologi Pancasila dengan gedung yang menjulang tinggi.
Ideologi ini menyatukan keberagaman nusantara dan sebagai simbol perjuangan pahlawan dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.
Para tamu yang mengunjungi Pitaloka akan dipandu oleh pihak restoran untuk lebih mengenal cita rasa nusantara.
Baca Juga: Sandiaga Uno Menparekraf Dorong Peningkatan Kualitas Produk UMKM di Banyuwangi
Berbagai menu Indonesia yang ditawarkan di Pitaloka terinspirasi dari resep yang dibukukan oleh Ir. Soekarno yang berjudul “Mustika Rasa” pada tahun 1967 pada saat beliau pergi mengelilingi
Nusantara.