WartaPesona.com - Mengenakan pakaian tradisional kebaya memang tak tak semudah menggunakan pakaian biasa.
Pakaian tradisional seperti kebaya, menuntut adanya tata cara dan tahapan tertentu sesuai pakem.
Bagi yang tak biasa, tata cara mengenakan pakaian tradisional kebaya bisa menyulitkan. Karena itu, sering kali dibutuhkan bantuan orang lain yang lebih berpengalaman.
Tak hanya kebaya, pakaian tradisional lainnya juga memerlukan pengetahuan dan pengalaman untuk bisa mengenakannya dengan benar.
Baca Juga: Mengenal Saung Angklung Udjo, pemandu GWR Angklung 2023 Hari Kemerdekaan Indonesia
Dalam hal pakaian tradisional kebaya, tata cara pemakaiannya juga berbeda di setiap daerah. Jawa, Sunda, Bali, dan lainnya, punya cara yang berbeda.
Berikut ini tata cara mengenakan kebaya tradisional menurut adat Jawa yang umum dilakukan, dinukil dari laman JB Budaya Balai Tekkomdik DIY.
1. Menyiapkan perlengkapan
Beberapa perlengkapan untuk pakaian kebaya tradisional Jawa adalah kain jarik, stagen, streples, kamisol atau kemben, kebaya, gelung tekuk beserta lungsen, dan selop atau alas kaki tertutup atau terbuka.
Baca Juga: Siap-siap, saksikan GWR Angklung 2023 memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia, 5 Agustus nanti
Kemudian, perhiasan seperti subang atau anting, tusuk tlesepan, dan bros.
Sanggul tekuk dengan lungsen dan sanggul konde, dan perhiasan pelengkap rambut berupa tusuk tlesepan, dan tusuk konde
2. Menyiapkan kain jarik untuk bawahan
Lipatlah kain jarik dengan lebar lipatan 1,5- 2 jari. Lipatan pertama, sered tampak dari depan dan berikutnya 7, 9, 11 lipatan.
Kemudian, lilitkan kain jarik yang sudah diwiru atau dilipat tersebut dari kiri ke kanan. Perhatikan pola motif kain jarik agar sesuai.
Cara lain adalah dengan membentuk kain menjadi segitiga, kemudian baru dililitkan hingga rapi.