Di kawasan ini pula masih ada pabrik cerutu peninggalan Belanda yang masih aktif hingga sakarang.
Pabrik cerutu itu bernama PD Taru Martani, yang saat ini sebagian halamannya dijadikan kafe dan resto. Namanya, Taru Martani 1918 Coffee and Resto Jogjakarta.
Kafe itulah tempat paling pas untuk untuk menikmati suasana tempo dulu Kampung Baciro Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Sandiaga Uno optimis bisa meraih 11 juta suara untuk PPP di Pemilu 2024, begini katanya
Pengunjung bisa merasakan berbagai minuman khas tradisional Kota Yogyakarta, seperti kunir asam, kopi, teh, hingga beras kencur yang menghangatkan.
Bersantai sore hari di kafe tersebut, terasa bagai berpulang ke masa lalu zaman None-none Belanda.
Aroma wangi khas cerutu dari pabrik warisan Belanda, menambah suasana menjadi semakin syahdu.
Di kafe tersebut pengunjung juga bisa melihat berbagai pernak-pernik cerutu masa lalu, yang akan semakin membawa suasana kembali ke zaman lampau lebih dalam.
Kafe Taru Martani ini berada di sebelah timur Stasiun Kereta Api Lempuyangan Kota Yogyakarta.
Dari stasiun yang juga bersejarah itu, pengunjung isa berjalan kaki menuju Kafe Taru Martani. ***(KKT)