WartaPesona.com - Tak banyak yang tahu kalau Kampung Baciro di Kota Yogyakarta, merupakan kawasan bersejarah dari zaman kolonial Belanda.
Kampung Baciro di Kota Yoyakarta merupakan bekas permukiman para Tuan Belanda pimpinan perkebunan di masa penjajahan.
Sebagai bekas permukiman orang Belanda tempo dulu, di Kampung Baciro ini masih banyak bangunan tua berarsitektur Hindia Belanda.
Kampung Baciro sendiri dalam sejarahnya semula adalah sebuah tanah yang lapang. Nama Baciro adalah bahasa Sansekerta, Bacira, yang berarti tanah lapang.
Menurut sejarahnya pula, nama Baciro pertama kali digunakan secara resmi sejak tahun 1868 Masehi.
Nama Baciro itu merujuk pada nama kompleks hunian bernama Villawijk Batjiro, yang saat ini menjadi asrama putri mahasiswa dari Kalimantan Timur.
Sementara itu sejumlah rumah hunian di Baciro, dibangun ooleh Belanda sebagai permukiman para pimpinan perkebunan.
Semula, permukiman para pemimpin perkebunan dan pabrik milik Belanda berada di dataran tinggi Kaliurang.
Ketika kawasan dataran tinggi Kaliurang sering mengalami gempa akibat aktivitas Gunung Merapi, permukian dipindah ke tempat aman.
Baca Juga: Ciri-ciri daging sapi yang sehat dan baik, bisa dilihat dari warna, tekstur, dan aroma
Maka, dibangunlah permukiman baru para Tuan Belanda itu di sebuah tanah lapang, yang kini dikenal sebagai Kampung Baciro.
Sebagai kawasan bersejarah dari zaman kolonial Belanda, Kampung Baciro menjadi tempat menarik untuk mengenang masa lalu.
Sejumlah gedung tua zaman kolonial masih ada hingga sekarang, dan menjadi cagar budaya sekaligus daya tarik Kampung Wisata Baciro.