pesona-kuliner

Gua Batu Cermin Bakalan Destinasi Wisata Unggulan Hingga Sejarah dan Waktu Terbaik Mengunjungi

Rabu, 17 Mei 2023 | 13:43 WIB
Goa Batu Cermin (www.gotravelaindonesia.com)

WartaPesona.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengunjugi Gua Batu Cermin sebagai alternatif wisatawan di sela-sela KTT ASEAN ke-42 tahun 2023 sebelum berwisata ke Taman Nasional Komodo.

Menparekraf Sandiaga usai meninjau Gua Batu Cermin di Desa Batu Cermin, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (5/11/2023), mengatakan tempat wisata Labuan Bajo membutuhkan daya tarik yang berbeda. Gua Batu Cermin dapat menjadi salah satu tempat wisata di Labuan Bajo yang berjarak sekitar 4 km dari pusat kota.

“Kita hadirkan Gua Batu Cermin ini sebagai wisata alternatif wisata ke TN Komodo, jadi selain bisa menikmati keindahan gua yang sudah ditata secara berkelanjutan juga diramaikan oleh produk-produk ekonomi kreatif khas Labuan Bajo hingga daratan Flores, dilengkapi dengan musik dan tarian-tarian lokal” ujar Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga: Bagaimana BCA Syariah Menerapkan Konsep Mudharabah dan Musyarakah dalam Produknya?

Menparekraf Sandiaga berharap wisatawan bisa mendapatkan pengalaman dan kenangan yang baik. Selain Gua Batu Cermin, ada juga desa wisata Gorontalo dan destinasi lainnya.

“Total dari Rp15 miliar belanja dari peserta dan delegasi KTT-42 ASEAN 2023 diharapkan bisa dirasakan oleh masyarakat yang merupakan bagian dari penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” ujarnya.,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif sendiri menerima hasil survei jangka menengah, di mana lebih dari 88 persen dari mereka yang disurvei mengatakan akan merekomendasikan Labuan Bajo kepada keluarga dan kerabatnya.
“Hingga 82 persen ingin kembali ke Labuan Bajo, maka kita harus menjadikan souvenir dan produk industri kreatif lokal sebagai oleh-oleh untuk menyejahterakan masyarakat di sini,” ujarnya.

Baca Juga: 7 Tips Menambah Berat Badan dengan Makanan yang Tepat dan Sehat


Menparekraf Sandiaga dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani; dan CEO BPOLBF Shana Fatina.

Sejarah Ditemukannya

Gua Batu Cermin pertama kali ditemukan pada tahun 1951 oleh seorang arkeolog bernama Theodore Verhoven, yang juga seorang pendeta Belanda. Sebelumnya gua ini berada di bawah permukaan laut yang kemudian muncul di daratan.


Tak heran jika fosil makhluk laut bisa ditemukan di gua ini. Gua yang populer di kalangan wisatawan ini tingginya sekitar 75 meter dan luasnya 19 hektar.

Baca Juga: Potensi Ekspor Ikan Hias Indonesia ke Arab Saudi Meningkat Berkat Komitmen Importir


Banyak turis datang karena ingin merasakan bahwa dinding benar-benar memantulkan cahaya seperti cermin. Dinding reflektif disebabkan karena dinding gua mengandung banyak garam.


Saat Anda berkunjung, pastikan Anda tidak sendirian dan ditemani pemandu profesional.

Halaman:

Tags

Terkini