WartaPesona.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KemenPesona/Baparekraf) tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.
Mereka juga terus berupaya untuk menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan di Indonesia, seperti dikutip dari laman Kemenparekraf.go.id.
Sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan adalah pengembangan konsep pariwisata yang dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi yang lebih luas bagi seluruh masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung.
Baca Juga: Mudik Lebaran? Nikmati Wisata Singkat di Jalur Lintas Selatan Jawa dengan Destinasi Menarik Ini!
Pengembangan dan penerapan sustainable tourism di Indonesia merupakan langkah penting dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara luas sehingga dapat membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
Dalam mengembangkan sustainable tourism, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki empat pilar fokus yang dikembangkan: pengelolaan berkelanjutan bisnis pariwisata, ekonomi berkelanjutan jangka panjang, keberlanjutan budaya, dan aspek lingkungan.
Untuk mendukung penerapan pilar lingkungan di Indonesia, Kemenparekraf/Baparekraf meluncurkan gerakan "Kita Mulai Sekarang" untuk wisatawan nusantara dan kampanye "Every Step Matters" untuk wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Jelajahi Destinasi Wisata Sekaligus Merasakan Sejarah di Titik Nol Kilometer Indonesia
Gerakan ini bertujuan untuk menyadarkan wisatawan akan dampak perubahan iklim terhadap sektor pariwisata, khususnya dalam penerapan environment sustainability.
Peluncuran gerakan "Kita Mulai Sekarang" merupakan kontribusi Kemenparekraf/Baparekraf terhadap penurunan emisi karbon di dunia pada 2030 dan isu perubahan iklim di sektor pariwisata sesuai dengan ketetapan Paris Agreement (2015).
Gerakan "Kita Mulai Sekarang" bertujuan untuk mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia.
Targetnya adalah menurunkan emisi karbon di sektor pariwisata hingga 50% pada 2030 dan mencapai zero emission pada 2045.
Konsep "bersahabat" dengan alam dan lingkungan menjadi salah satu aset yang penting bagi sektor pariwisata.