WartaPesona.com – Setelah mengikuti Ijen Geopark Run 2026, masih memiliki waktu untuk menikmati keindahan Banyuwangi?
Salah satu destinasi yang layak masuk daftar kunjungan adalah Desa Wisata Osing Kemiren, sebuah kampung budaya yang menawarkan pengalaman mengenal kehidupan masyarakat Suku Osing, penduduk asli Banyuwangi.
Terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, desa wisata ini menghadirkan suasana pedesaan yang masih mempertahankan tradisi leluhur.
Pengunjung dapat melihat deretan rumah adat Osing dengan arsitektur khas, menikmati kuliner tradisional, hingga menyaksikan beragam pertunjukan seni yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat.
Baca Juga: Dari Kota Tua hingga Boven Digoel, Jelajahi Wisata Sejarah yang Menyimpan Kisah Bangsa
Berjarak Kurang dari Satu Jam dari Kawah Ijen
Bagi wisatawan yang baru turun dari kawasan Paltuding, pintu masuk pendakian Kawah Ijen, perjalanan menuju Desa Wisata Osing Kemiren hanya membutuhkan waktu sekitar 35 hingga 45 menit menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, mobil sewa, maupun layanan travel wisata.
Akses yang relatif dekat menjadikan desa ini sebagai destinasi favorit untuk melengkapi perjalanan setelah menikmati panorama Kawah Ijen.
Menyusuri Rumah Adat dan Menikmati Kuliner Khas Osing
Sesampainya di Desa Wisata Osing Kemiren, wisatawan dapat berjalan santai menyusuri kawasan permukiman yang masih mempertahankan rumah adat tradisional.
Tak hanya menawarkan wisata budaya, desa ini juga menjadi tempat yang tepat untuk mencicipi kuliner khas Banyuwangi, seperti pecel pithik, hidangan berbahan ayam kampung yang dipadukan dengan parutan kelapa berbumbu, serta kopi Osing yang memiliki cita rasa khas.
Suasana pedesaan yang tenang membuat pengalaman menikmati kuliner lokal terasa semakin berkesan.
Baca Juga: Wisata Murah, Autentik, dan Instagramable, Snackpacking Makin Digemari Anak Muda
Saksikan Tari Gandrung hingga Barong Osing
Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Osing Kemiren adalah berbagai pertunjukan seni tradisional yang rutin digelar pada waktu-waktu tertentu.
Apabila datang sesuai jadwal, wisatawan berkesempatan menyaksikan Tari Gandrung, Barong Osing, hingga pertunjukan musik tradisional Gedhogan yang dimainkan menggunakan alat sederhana berbahan kayu.
Selain menikmati pertunjukan, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai paket wisata edukasi bersama masyarakat setempat.