Produk lokal seperti olahan rumput laut dan amplang menjadi ikon ekonomi kreatif daerah.
Dari timur Indonesia, Nusa Tenggara Timur juga memiliki destinasi cross border potensial di Atambua, wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste.
Baca Juga: Kecil-Kecil Tapi Penting! Stasiun Gubug Bukti Peran Besar Transportasi Daerah
Keindahan alam, budaya, dan semangat persahabatan lintas negara dihidupkan melalui beragam festival seperti Konser Musik Cross Border Atambua, Festival Wonderful Indonesia, dan Festival Fulan Fehan.
Tak ketinggalan, Sulawesi Utara dengan Kepulauan Talaud menghadirkan pesona alam tropis yang eksotis dan menjadi penghubung antara Indonesia dan Filipina.
Pengembangan destinasi wisata terus dilakukan di kawasan ini untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai poros pariwisata lintas negara.
Di ujung timur, Papua menjadi garda depan pariwisata lintas batas yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Dua wilayah unggulan, Skouw di Jayapura dan Merauke, rutin mengadakan Festival Cross Border yang menampilkan musik, budaya, dan pameran ekonomi kreatif khas Papua.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Apresiasi Keragaman Ide dan Inovasi Bisnis Finalis Demoday FSI 2025
Dari barat hingga timur, cross border tourism menjadi jembatan yang bukan hanya menghubungkan wilayah dan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat perbatasan.
Melalui promosi berkelanjutan dan kolaborasi antarnegara, Indonesia terus memperkuat perannya sebagai destinasi wisata lintas batas yang menarik, ramah, dan berdaya saing tinggi di kawasan Asia Tenggara.***