Ringkasan :
- BPOLBF bersama UPH menggelar Gerakan Wisata Bersih di Pantai Binongko, Labuan Bajo, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
- Kegiatan ini melibatkan Pemkab Manggarai Barat, TNI/Polri, dan masyarakat yang bersama-sama mengumpulkan 127,8 kilogram sampah untuk kemudian dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup.
- Selain meningkatkan kesadaran publik, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung Gerakan Nasional Pariwisata Bersih demi mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas yang hijau dan berdaya saing.
Ringkasan di atas dihasilkan menggunakan AI.
WartaPesona.com - Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar Gerakan Wisata Bersih di Pantai Binongko, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Aksi ini diadakan pada Jumat (24/10/2025) pagi dengan melibatkan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, TNI/Polri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata sekaligus memperkuat semangat gotong royong antar lembaga dalam mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sebatas membersihkan pantai, melainkan juga membangun kesadaran publik tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan.
“Gerakan Wisata Bersih ini bukan hanya tentang bersih-bersih, tetapi juga membangun komitmen bahwa kebersihan adalah fondasi utama dari pariwisata berkelanjutan,” ujar Marhen.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 127,8 kilogram sampah residu berhasil dikumpulkan untuk kemudian dikelola bersama Dinas Lingkungan Hidup Mabar dan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Warloka.
Baca Juga: Weekend at Parapuar Meriahkan Hari Pariwisata Sedunia di Labuan Bajo
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Gerakan Nasional Pariwisata Bersih dari Kementerian Pariwisata RI, yang menekankan pentingnya praktik pariwisata inklusif, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab.
Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai pihak seperti Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, KSOP Kelas III Labuan Bajo, perwakilan pemerintah provinsi, komunitas lokal, hingga pelaku industri wisata yang bersama-sama berkontribusi menjaga kebersihan Labuan Bajo.***