pesona-kuliner

Dapur Alam Ina Kar: Rahasia Ajaib Warisan Leluhur Lembata yang Bisa ‘Memasak Tanpa Kompor’!

Senin, 13 Oktober 2025 | 09:10 WIB
Plt. Dirut BPOLBF Dwi Marhen Yono bersama Wakil Bupati Lembata meninjau potensi pengembangan wisata Dapur Alam Ina Kar - WartaPesona.com (Doc. BPOLBF)

Fenomena panas bumi di Dapur Alam Ina Kar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman otentik.

Plt. Dirut BPOLBF, Dwi Marhen Yono, mengungkapkan bahwa lokasi ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis geowisata dan budaya.

“Dapur Alam Ina Kar adalah keunikan otentik yang memiliki nilai jual tinggi. Namun sayangnya, fasilitas dasar seperti akses jalan, toilet, dan tempat kuliner masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, keaslian budaya Lamaholot harus dijaga agar pengembangan wisata tidak menghilangkan nilai luhur warisan leluhur.

“Esensi pariwisata adalah kebahagiaan. Jika wisatawan datang dan merasa bahagia, maka masyarakat pun ikut bahagia,” tambah Marhen dengan penuh semangat.

Selain mendukung pengembangan fasilitas, BPOLBF juga berkomitmen membantu pelatihan sumber daya manusia lokal agar masyarakat Atakore bisa menjadi pemandu wisata yang andal dan menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis budaya.

Baca Juga: Weekend at Parapuar Meriahkan Hari Pariwisata Sedunia di Labuan Bajo

Tradisi Masak Tanpa Kompor yang Bikin Penasaran

Keunikan Dapur Alam Ina Kar bukan hanya terletak pada prosesnya, tetapi juga pada hasil akhirnya. Bahan makanan yang dimasak di lubang panas bumi memiliki cita rasa lebih lembut dan aroma yang khas.

Wisatawan yang datang ke lokasi ini biasanya diajak langsung oleh warga untuk ikut dalam proses memasak — mulai dari membungkus bahan dengan daun, menutupnya dengan batu panas, hingga menunggu bersama sambil mendengar cerita-cerita lokal tentang asal-usul “dapur bumi”.

Bagi wisatawan mancanegara, pengalaman ini menjadi sesuatu yang tak terlupakan.

Selain karena keunikannya, momen kebersamaan bersama masyarakat lokal memberikan kesan hangat dan autentik.

Tidak sedikit wisatawan yang kemudian membagikan pengalaman ini di media sosial, membuat nama Dapur Alam Ina Kar semakin dikenal di kalangan pencinta wisata alam dan budaya.

Baca Juga: Merangkai Harmoni Nusantara: Wapres Gibran Dukung Pelestarian Budaya dan UMKM Lokal di Jantung NTT

Menuju Wisata Berkelanjutan Lembata

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lembata bersama BPOLBF berencana menjadikan Dapur Alam Ina Kar sebagai destinasi unggulan berbasis eco-cultural tourism.

Selain pengembangan fasilitas, upaya dokumentasi budaya dan promosi digital juga tengah dirancang agar pesona Desa Atakore semakin mendunia.

Wakil Bupati Nasir menutup kunjungan dengan pesan penting:
“Budaya dan alam Lembata adalah identitas yang harus dijaga bersama. Jika kita bisa mengemasnya dengan baik, pariwisata akan membawa manfaat ekonomi sekaligus menjaga warisan leluhur kita.”

Rangkaian kunjungan diakhiri dengan pertunjukan tarian adat Lamaholot di Desa Arakore, menegaskan bahwa Lembata bukan hanya tentang panorama indah, tetapi juga kekayaan budaya yang hidup di hati masyarakatnya.

Dengan segala keunikan dan keramahan warganya, Lembata kian mantap menjadi destinasi wisata unggulan Nusa Tenggara Timur, di mana alam dan budaya berpadu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.***

Halaman:

Tags

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB