WartaPesona.com - Indonesia, negeri yang berdiri megah di atas Cincin Api Pasifik, menyimpan kekayaan geologi yang luar biasa. Setiap lekuk tanahnya menyimpan cerita jutaan tahun tentang evolusi bumi.
Dalam upaya melestarikan dan memanfaatkan warisan alam ini, konsep Geopark atau taman bumi hadir sebagai jembatan antara konservasi, edukasi, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Geopark adalah kawasan yang memiliki unsur geologi bernilai tinggi, biasanya dilengkapi dengan keragaman hayati dan keragaman budaya yang dikembangkan dengan sangat baik.
Kehadiran wisata geopark di Indonesia dapat memberikan banyak manfaat bagi sektor pariwisata. Karena dapat mendorong wisata edukasi, wisata alam, hingga wisata budaya dalam sebuah destinasi wisata.
Baca Juga: Hari Pariwisata Dunia: Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan Kementerian Pariwisata RI
Kali ini kita akan membahas mengenai Geopark Ijen. Secara administratif terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Daya tarik Geopark Ijen tidak sekadar keunikan geologi dan budaya saja.
Melainkan, juga adanya fenomena alam blue fire di kawasan Gunung Ijen yang telah mendunia. Berikut beberapa fakta seru lainnya dari Geopark Ijen yang perlu sobat pariwisata ketahui.
Status UNESCO Global Geopark
Sejak 24 Mei 2023, Geopark Ijen secara resmi diakui oleh UNESCO sebagai anggota jaringan geopark dunia. Kawah Ijen menjadi rumah bagi danau kawah berwarna hijau toska yang memiliki tingkat keasaman sangat tinggi, salah satu yang terbesar di dunia.
Penambang Belerang Tradisional
Pengunjung bisa melihat langsung kehidupan para penambang lokal yang secara tradisional mengangkat dan memikul belerang dengan beban berat dari dasar kawah, meskipun beberapa sudah menggunakan troli. Keberadaan asap belerang dan bau menyengat merupakan tanda bahwa Gunung Ijen masih merupakan gunung berapi aktif yang menyimpan energi panas bumi.
Kekayaan Biologi dan Budaya
Selain keunikan geologinya, Geopark Ijen juga memiliki situs-situs biologi dan budaya yang kaya, yang semuanya terintegrasi dalam tema gunung berapi purba Ijen. Geopark Ijen menjadi habitat bagi 14 jenis flora, 27 jenis fauna, serta 6 jenis mamalia.