Kecuali itu, jadah tempe ini ternyata juga dimaknai sebagai makanan yang kaya makna filosofi.
Dikutip dari situs jogjaprov, jadah yang terbuat dari beras ketan berwarna putih, dan tempe bacem yang direbus dengan gula merah berwarna merah kecoklatan.
Dua warna tersebut lalu dimaknai sebagai simbol merah putih, bendera kebangsaan Indonesia.
Dari penafsiran itu kemudian jadah tempe diartikan sebagai makanan yang punya nilai patriotisme, nilai-nilai perjuangan, dan kenangan masa zaman perang kemerdekaan.
Hal tersebut juga karena kemunculannya yang konon mulai ada sejak tahun 1950an, masa ketika Republik Indonesia ini baru saja merdeka dari penjajahan Belanda.
Kini, jadah tempe sebagai makanan tradisional atau kudapan cukup mudah ditemui di sejumlah pasar di Yogyakarta.
Baca Juga: Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz, tokoh bangsa yang pernah jadi wartawan
Selain itu, juga ada sejumlah tempat yang khusus hanya menyediakan menu jadah tempe unik ini.
Salah satu tempat penjual jadah tempe yang paling terkenal di Yogyakarta ada di kawasan Objek Wisata Alam Kaliurang.
Konon, di kawasan itulah mula pertama jadah tempe dibuat oleh warga setempat hingga melegenda hingga sekarang.
Jadah tempe ini pun kemudian semakin digemari banyak kalangan, karena dalam kisahnya makanan tradisional ini juga disukai oleh Raja Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono IX. ***(KKO)