WartaPesona.com- Setiap bulan, Pak Nyoman Alim Mustapha memiliki undangan istimewa: undangan ke luar negeri untuk membagikan keahliannya sebagai perajin batu.
Kisah menakjubkan ini berawal dari kekagumannya terhadap pembangunan Candi Borobudur, yang menjadi sumber inspirasi bagi beliau untuk melestarikan budaya nenek moyangnya.
Pada masa kecilnya, Pak Nyoman mulai belajar memahat, dan karya pertamanya pada tahun 1969 adalah patung kepala Buddha setinggi 25 cm yang dibuat dalam waktu satu minggu.
Baca Juga: Berkah di Setiap Tetes Jamu: Kisah Bu Nur Fadhilah, Penjual Jamu yang Edukatif dan Otentik
Namun, yang membuat kisahnya semakin menarik adalah bagaimana keisengan sederhana untuk menjual pahatan pertamanya di pinggir jalan di Bali berubah menjadi peluang luar biasa.
Seorang wisatawan Amerika yang melihat karyanya tidak hanya tertarik, tetapi juga membuat pesanan besar, bahkan mencapai 1.000 buah kepala Buddha.
Baca Juga: Bu Nur Fadhilah: Mewarisi Kearifan Jamu Tradisional, Sebuah Perjalanan Keluarga yang Berkhasiat
Meskipun awalnya merasa tidak mungkin, Pak Nyoman menerima tantangan tersebut dan berhasil menyelesaikan pesanan tersebut dalam waktu yang dianggap mustahil, yaitu hanya dalam tiga bulan.
Artikel ini akan membawa kita menyusuri perjalanan luar biasa seorang perajin batu, Pak Nyoman Alim Mustapha, yang tidak hanya memahat batu, tetapi juga memahat namanya dalam kancah internasional.***