WartaPesona.com- Berziarah ke makam bukanlah sekadar kunjungan biasa, tetapi sebuah pengalaman mistis yang sarat dengan tradisi dan larangan khusus.
Di tempat ini, pengunjung diwajibkan mematuhi serangkaian aturan yang tak hanya menambah kesakralan, tetapi juga menjadikan kunjungan mereka lebih berkesan.
Pertama-tama, setiap pengunjung diharuskan mengenakan pakaian adat Jawa sebagai tanda penghormatan kepada roh yang bersemayam di sana.
Baca Juga: Kelezatan Tradisional: Rujak Es Krim Yogyakarta yang Tak Tertanding
Hal ini memberikan sentuhan khusus pada perjalanan spiritual mereka. Namun, tradisi ini tak berhenti di situ.
Tidak boleh ada tindakan memotret atau merekam video dalam bentuk apa pun, seolah menghormati privasi dan ketenangan roh yang beristirahat.
Ketika hendak berziarah, ritual pembersihan di Sendang Seliran menjadi bagian tak terpisahkan.
Baca Juga: Es Pisang Ijo Makassar: Pesona Warna dan Kelezatan Berbuka Puasa
Laki-laki diarahkan ke Sendang Kakung, sementara perempuan menuju Sendang Putri. Keempat sendang, yakni Sendang Kakung, Sendang Puteri, Sumber Kemuning, dan Sumber Bendha, memiliki peran dan makna tersendiri dalam prosesi ini.
Sumber Kemuning menjadi tempat istimewa bagi mereka yang menginginkan kesegaran air suci.
Pengunjung dapat mencuci muka atau kaki di sini, merasakan kesejukan air yang selalu penuh.
Baca Juga: Es Pleret Blitar: Wisata Rasa dari Kota Pahlawan, Berikut Selengkapnya
Nama "Kemuning" diambil dari pohon Kemuning yang tumbuh tak jauh dari sumber ini, memberikan nuansa alam yang khas.
Dalam pengalaman berziarah yang unik ini, para pengunjung akan tersentuh oleh kearifan lokal yang dijaga dengan cermat.
Semua larangan dan tradisi bukanlah kendala, melainkan jembatan menuju pengalaman spiritual yang mendalam.
Rasakan kehadiran roh dan keanggunan tradisi Jawa dalam perjalanan berziarah ini yang begitu berbeda dan memukau.***