Namun, Batara Guru memberikan persyaratan agar Sang Ratu Sukmengkoro bersatu dengan negara Astina dan mengalahkan Pandawa.
Sementara itu di Kerajaan Amarta, para istri Pandawa sedang meninggalkan kerajaan untuk menggelar upacara mahabhiseka.
Baca Juga: Segini harga tiket MotoGP 2023 Mandalika, Rp250 ribu hingga Rp20 juta, pilih mana?
Upacara mahabhiseka ini adalah upacara penetapan raja yang harus dihadiri oleh para istri Pandawa.
Kepergian para istri Pandawa itu membuat bingung seisi Kerajaan Amarta, hingga Dewi Srikandi pergi ke Kerajaan Candimulya.
Kepergian Dewi Srikandi tersebut untuk meminta petunjuk keberadaan para istri Pandawa tersebut.
Dewi Srikandi kemudian bertemu dengan Resi Garuda Pancaretna, yang sebenarnya adalah jelmaan para istri Pandawa.
Resi Garuda Pancaretna kemudian memberikan petunjuk, agar Dewi Srikandi bersama Dewi Larasati pergi ke Kerajaan Astina, untuk menggempur Ratu Sukmengkoro.
Namun Dewi Srikandi gagal mengalahkan Ratu Sukmengkoro, dan Resi Garuda Pancaretna membantunya.
Di tengah ketegangan itu, Betari Uma muncul memberikan pusaka seruling kepada Dewi Srikandi untuk mengalahkan Ratu Sukmengkoro dan Kurawa.
Baca Juga: Siap-siap, MotoGP 2023 Mandalika NTB digelar 13-15 Oktober, Sandiaga: Lebih seru dari 2022
Seruling itu kemudian dibunyikan oleh Semar, dan mengubah Resi Garuda Pancaretna ke wujud aslinya, yaitu istri para Pandawa.
Dewi Arimbi, salah satu dari istri Pandawa pun kemudian bertarung dan berhasil mengalahkan Ratu Sukmengkoro.
Demikian pula para Kurawa berhasil ditaklukkan, sehingga upacara mahabhiseka bisa terlaksana.